Berita Penemuan Ular Metro TV Bohong

by
August 14th, 2012 at 11:14 am

Semarang (CiriCara.com) – Sejumlah warga Kota Semarang memprotes pemberitaan Metro TV mengenai penemuan ular piton di Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Menurut salah satu warga, pemberitaan tersebut adalah bohong. Berita itu ditayangkan pada Kamis 9 Agustus 2012 malam lalu.

“Berita tersebut bohong karena faktanya tidak ada penemuan ular seperti yang diberitakan Metro TV,” kata Ketua RT 06 RW II Simongan, Imam Fuadi, Senin (13/8/2012) kemarin seperti dikutip Tempo.

Imam menuturkan, seorang warga Simongan memang pernah menemukan ular piton. Namun, penemuan ular piton itu terjadi pada Mei 2011 silam. Sedangkan dalam berita Metro TV disebutkan ada penemuan seekor ular piton pada Rabu 8 Agustus 2012 lalu.

Dalam berita yang berjudul “Kemunculan Ular Phyton Gegerkan Warga Semarang” itu disebutkan berat ular piton mencapai 30 kilogram dan panjang 3,5 meter. Menurut Imam, jelas itu adalah berita bohong.

Imam menyatakan bahwa wajahnya sempat muncul di pemberitaan Metro TV. Akibatnya, setelah berita itu tayang, banyak orang yang mulai bertanya padanya mengenai ular piton itu. Alhasil, Imam kebingungan dan harus memberikan banyak klarifikasi kepada orang yang bertanya padanya.

Bahkan, ketika Imam menjelaskan kejadian yang sebenarnya, banyak orang yang tidak percaya dan menudingnya telah berbohong. “Padahal, Metro TV yang melakukan kebohongan,” sesal Imam yang mengaku kecewa dengan pemberitaan Metro TV.

Pernyataan Imam pun dikuatkan oleh Kama Handoyo, warga Simongan yang menemukan ular piton pada 2011 silam. Handoyo mengaku keberatan dengan adanya pemberitaan bohong dari pihak Metro TV. Ia menegaskan bahwa berita penemuan ular piton itu adalah bohong.

“Saya berani jamin berita penemuan ular (piton) di Metro TV berita bohong,” ujar Kama Handoyo.

Handoyo menuturkan bahwa saat penemuan ular piton pada 2011 silam koresponden Metro TV memang sempat meliput. Ia menyayangkan jika ternyata berita pada 2011 itu muncul kembali pada tahun 2012 ini.

Saat dikonfirmasi, pihak Metro TV pun mengakui adanya persoalan mengenai pemberitaan itu. Menurut Kepala Bagian Peliputan Metro TV Swasti Asta, berita penemuan ular tersebut sudah dievaluasi kembali oleh bagian HRD.

Setelah mendapatkan protes dari warga, berita berjudul “Kemunculan Ular Phyton Gegerkan Warga Semarang” itu pun langsung dihapus oleh Metro TV. Kini link dari berita tersebut sudah tidak aktif lagi. (YG)

Comment di sini