Kupu-Kupu Mutan Muncul di Lokasi Ledakan Nuklir Jepang

by
August 14th, 2012 at 2:02 pm

Fukushima (CiriCara.com) – Seperti yang kita ketahui bahwa pada tanggal 11 Maret 2011, Jepang diguncang gempa hebat dan disertai tsunami dahsyat yang menghancurkan kota Fukushima dan sekitarnya.

Akibat dari tsunami ini, pusat reaktor nuklir yang ada di wilayah tersebut juga ikut meledak, setelah terguncang hebat oleh bencana alam tersebut. Tempat ini sama porak-poranda-nya dengan yang terjadi pada beberapa wilayah di Negeri Matahari Terbit ini. Pada masa itu, Jepang harus menghadapi dampak radioaktif dari bencana nuklir tersebut.

Hal ini sempat membuat seluruh warga Jepang menjadi panik. Para turis dan warga negara asing yang tinggal di sana mulai kembali ke negara asal mereka masing-masing. Selain itu, Jepang juga mendapat surat peringatan dari beberapa negara di seluruh dunia.

Salah satu dampak lainnnya adalah mutasi pada kupu-kupu dan serangga lain yang ada di wilayah tersebut.

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, para ilmuwan menemukan adanya kejanggalan pada serangga-serangga mutan yang memiliki sayap, kaki, dan antena yang kecil.

Menurut sebuah artikel yang ditulis dalam jurnal ilmu pengetahuan, paparan radiasi yang berlangsung beberapa waktu mengakibatkan kerusakan gen, dan hal ini akan berdampak pula pada ketururunan mereka selanjutnya. Dampak dari paparan radioaktif yang ditimbulkan dari krisis nuklir tersebut, sangat berpengaruh pada fisiologis kupu-kupu jenis biru pucat.

Namun, manusia tidak mengalami dampak separah kupu-kupu tersebut. Pasalnya, tubuh dan susunan gen dalam tubuh manusia lebih tahan terhadap dampak radioaktif tersebut dibandingkan dengan serangga-serangga.

2 bulan setelah krisis nuklir itu terjadi, para peneliti mengumpulkan 121 kupu-kupu jenis biru pucat yang sudah dewasa. Kelainan yang terjadi pada kupu-kupu tersebut seperti memiliki sayap yang kecil dicatatat ada 12% dari total populasi serangga ini.

Setelah kupu-kupu yang dikumpulkan itu dikawinkan, maka angka ketidaknormalan itu meningkat menjadi 18% pada generasi keturunan mereka. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang tidak mampu bertahan hidup hingga mencapai usia dewasa.

Persentase keanehan yang terjadi pada tubuh kupu-kupu jenis itu semakin meningkat menjadi 34% ketika kupu-kupu yang memiliki kelainan gen tersebut dikawinkan dengan kupu-kupu sehat. Selain itu, para peneliti juga mencatat adanya kupu-kupu mutan jenis biru pucat ini yang mengalami cacat pada antena mereka.

Jadi, kupu-kupu mutan jenis biru pucat yang banyak ditemui di Jepang ini ternyata hasil dari dampak buruk bencana nuklir yang terjadi pada tahun lalu. Sebagian besar kupu-kupu yang mengalami kelainan fatal itu, dikarenakan mereka masih berbentuk larva saat terkena paparan radioaktif tersebut. (yk)

Daily Mail

Comment di sini