Tips Mudik Aman Untuk Ibu dan Bayi

by
August 14th, 2012 at 9:01 am

CiriCara.com – Bagi Anda yang akan mudik sambil membawa bayi, sebaiknya berhati-hati. Kondisi tubuh bayi yang masih lemah rentan terkena masalah kesehatan saat perjalanan mudik. Jadi sebelum berangkat, sebaiknya perhatikan tips aman mudik bersama bayi.

Seperti dilansir Yahoo, menurut dr Tommy dari universitas Indonesia dan dr Sri Wahyuni SpA dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puspa Husada, Bekasi Timur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mudik bersama bayi. Diantaranya adalah usia bayi dan kendaraan apa yang digunakan untuk mudik.

Sri Wahyuni mengimbau agar bayi yang berusia di bawah 3 bulan tidak diajak mudik atau melakukan perjalanan jauh. Pasalnya anak di usia tersebut sangat rentan mengalami gangguan kesehatan, apalagi jika harus terjebak macet.

“Anak di usia tersebut berisiko mengalami kecapekan, hingga bisa mengalami demam, dehidrasi, dan mencret,” kata dr Sri Wahyuni, spesialis anak.

Sri Wahyuni juga melarang para orang tua membawa anak usia di bawah 3 bulan untuk mudik dengan menggunakan pesawat. Karena pada usia ini, bayi bisa mengalami pecah gendang telinga saat take off dan landing pesawat. Hal itu disebabkan terjadinya perubahan tekanan udara dalam pesawat.

“Bayi di bawah tiga bulan sangat tidak dianjurkan mengadakan perjalanan dengan menggunakan pesawat,” kata Sri.

Jika dalam kondisi terpaksa, Sri punya trik agar bayi bisa tetap aman. Untuk mengurangi risiko pecahnya gendang telinga, bayi bisa diberi minum (ASI ataupun jus) saat take off dan landing. Cara lainnya salah satu telinga bayi menempel pada tubuh ibu dan satu telinga lainnya bisa ditutup kapas.

Sementara Tommy menjelaskan bahwa bayi berumur di atas 6 bulan aman-aman saja dibawa mudik untuk perjalanan tidak lebih dari empat jam, baik lewat udara ataupun darat. Namun, orang tua harus bisa mengkondisikan bayinya dalam keadaan nyaman, bisa makan dan minum dengan baik.

Karenanya Tommy menyarankan untuk mempersiapkan kebutuhan bayi sebelum berangkat untuk mudik. “Perlengkapan bayi harus tersedia mulai dari susu, popok, lap, tisu, air panas, baju ganti, botol susu, dan obat-obatan,” lanjut Tommy.

Kebersihan perlengkapan bayi juga menjadi hal yang penting, agar bayi terhindar dari kuman yang bisa mengakibatkan diare. Sangat disarankan untuk ibu memberikan ASI karena relatif lebih bersih daripada botol.

Menurut kedua dokter tersebut, bayi dalam kondisi sakit sebaiknya tidak diajak untuk mudik. Meskipun bayi hanya flu, diare, atau muntah-muntah, tetap harus istirahat. Sebaiknya obati dulu sakit bayi sampai benar-benar sembuh, atau minimal tunggu 3-5 hari agar bayi bisa beristirahat.

“Jangan nekat dibawa jalan, karena bayi bisa mengalami panas lagi dan sangat berisiko tertular kuman di perjalanan,” kata Sri.

Resiko umum yang sering di alami bayi saat mudik adalah mengalami dehidrasi, karena panas serta mabuk perjalanan. Karenanya dianjurkan untuk beristirahat secara berkala dan cukupi asupan gizi serta ASI untuk bayi. Jangan lupa juga untuk menyediakan obat-obatan sebelum berangkat mudik.

Persiapkan segala sesuatunya dengan baik, agar Anda dan bayi bisa menikmati perjalanan dengan menyenangkan dan selamat. Semoga bermanfaat.

(YG)

Comment di sini