Natal 2012, Foxconn Mulai Berproduksi di Indonesia

by
August 15th, 2012 at 1:38 pm

Tyrone Siu/Reuters

Jakarta (CiriCara.com) - Foxconn, perusahaan pemanufaktur yang terkenal dengan memproduksi berbagai gadget besutan Apple, telah menapakkan sebelah kakinya di Indonesia. Setelah sebelumnya diberitakan akan membuka pabrik yang mampu menyerap 1 juta tenaga kerja, perusahaan asal Taiwan tersebut dikabarkan akan mulai memproduksi telepon seluler pada 25 Desember mendatang.

Produksi fase pertama diperkirakan mencakup 3 juta unit telepon seluler. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di kantornya, Selasa, 14 Agustus 2012. Dalam penjelasannya kepada Kompas, Gita menyebutkan bahwa lokasi pabrik mereka berada di daerah Cikande, Banten. “Dekat Soetta (Seekarno-Hatta),” ujarnya.

Menteri yang bulan depan akan merayakan ulang tahun ke-47 tersebut menyebutkan bahwa kini proses pembangunan pabrik Foxconn tengah digenjot guna mencapai target produksi pada akhir tahun ini. Bangunan dilaporkan telah siap dan tinggal menunggu untuk diisi mesin-mesin produksi. Mereka menargetkan pada Oktober ini pabrik yang luasnya “hanya” beberapa hektar tersebut sudah bisa mulai beroperasi.

Produksi tahap pertama Foxconn bisa dikatakan masih dalam skala kecil. Pasalnya, mereka juga akan membangun pabrik lain yang diperkirakan akan dibangun di atas lahan seluas 400 hektar. Pabrik baru tersebut akan digunakan untuk memproduksi bukan hanya telepon seluler, tetapi juga televisi plasma dan berbagai alat elektronik lainnya.

Menurut Gita, Foxconn akan memproduksi setidaknya 10 juta unit peralatan elektronik di pabrik tersebut. Jumlah ini diprioritaskan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik sedangkan sisanya akan diekspor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan terbang ke Taiwan pada awal Juni lalu. Sebagai hasil dari kunjungan tersebut, tercapai nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dengan Taiwan Chinese National Federation of Industries (CNFI) yang menyatakan bahwa mereka akan masuk ke Indonesia dengan membawa teknologi serta investasi dengan nilai lebih dari US$ 1 miliar. (dd)

Comment di sini