FPI: Pemimpin Non-Muslim Itu Haram

by
August 16th, 2012 at 10:03 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pada Pilkada DKI Jakarta putaran II ini banyak sekali para ulama yang menegaskan bahwa Islam melarang umatnya untuk memilih pemimpin non-Muslim. Pasalnya di Pilkada ini ada satu pasangan yang mengusung orang dari non-Muslim.

Pasangan tersebut adalah Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dimana calon wakil Gunernur DKI Jakarta pasangan ini, Ahok merupakan orang non-Muslim. Lalu, bagaimana dengan tanggapan Front Pembela Islam (FPI)?

Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas atau dikenal dengan nama Habis Selon mengaku akan mendukung pasangan Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi, karena berasal dari umat Muslim. Pasalnya FPI secara tegas menolak memilih pemimpin non-Muslim.

Habib Selon mengatakan, tidak hanya untuk pemilihan gubernur, pihaknya juga akan menerapkan hal yang sama saat memilih pemimpin tingkat RT sekalipun. FPI akan tetap memilih dan mendukung untuk mendapatkan pemimpin yang Muslim.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan fatwa DPP-FPI sejak 1998 lalu yang mengharamkan umat Islam Indonesia untuk memilih, mengangkat, dan menjadikan orang non-Islam sebagai pemimpin di semua tingkatan pemerintahan. Itulah sebabnya mereka akan memilih pemimpin Muslim di Pilkada DKI nanti.

Habib Selon mengungkapkan bahwa Alquran juga melarang umat Islam untuk menjadikan orang non-Muslim sebagai pemimpin. Karenanya, ia mengimbau kepada segenap umat Islam terutama yang ada di Jakarta untuk memilih pemimpin Muslim. Karena hal itu adalah kwajiban seorang muslim.

“Wajib memilih pemimpin Muslim dan haram memilih pemimpin kafir,” tegas Habis Selon seperti dikutip Inilah, Selasa (14/8/2012) lalu.

Menurut Habib Selon, pidato mengenai hal itu tidaklah melanggar SARA. Justru pidato tersebut adalah pengingat umat Islam untuk tidak melanggar syariat Islam yang sudah ada. “Ini bukan melanggar SARA, justru menjaga keharmonisan hubungan SARA agar tidak terjadi pelanggaran syariat Islam,” jelasnya.

(YG)

Comment di sini