Perbedaan Naskah Baru dan Otentik Teks Proklamasi 1945

by

CiriCara.com – Setelah dijajah oleh Jepang, akhirnya Republik Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Saat itu, dengan tegas Presiden RI pertama, Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan dan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kemerdekaan.

Sejak saat itulah, rakyat Indonesia selalu melakukan upacara bendera pada 17 Agustus setiap tahunnya. Berdasarkan sejarah, ternyata naskah teks proklamasi 1945 sempat diperbaiki dan disesuaikan dengan bahasa resmi Indonesia. Alhasil ada perbedaan antara naskah baru dan otentik teks proklamasi.

Berikut isi naskah proklasi seperti dikutip dari Wikipedia:

1. Naskah baru

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia
Sukarno-Hatta

2. Naskah otentik

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17-8-’05
Wakil2 bangsa Indonesia,
Soekarno/Hatta

Keterangan: tahun 05 di sini menggunakan penanggalan tahun Jepang. Di mana pada saat itu tahun Jepang menunjukkan tahun 2605 (atau 1945 Masehi).

Meski secara tulisan kedua naskah teks proklamasi tersebut berbeda, namun tetap memiliki makna dan tujuan yang sama. Dengan dibuatnya proklamasi itu Indonesia telah dinyatakan bebas dari penjajahan. Merdeka!


comments powered by Disqus