Tentara Filipina Ubah Masjid Jadi Barak Militer?

by
August 27th, 2012 at 2:56 pm

Maguindanao (CiriCara.com) – Aparat keamanan Filipina dituding telah mengubah sejumlah Masjid di Provinsi Maguindanao, Filipina Selatan, sebagai barak militer sementara. Tudingan itu datang dari Gerakan Hak Asasi Manusia Filipina, Kawagib.

Seperti yang dilaporkan salah satu wartawan Radio Australia, gerakan Kawagib mengaku telah mengumpulkan keterangan para saksi mata terkait tentara Filipina yang menempati sejumlah masjid di dua kota di Maguindanao. Selain itu, Kawagib menuding para tentara juga ditempatkan di rumah-rumah penduduk sipil.

Rencananya, gerakan Kawagib ini akan mengajukan gugatan ke Komisi Hak Asasi Perserikatan Bangsa-bangsa. Pasalnya, dalam Konvensi Peperangan PBB ada pasal yang menyebutkan bahwa tempat-tempat ibadah dan rumah penduduk sipil tidak boleh diganggu ketika timbul konflik.

Namun, tudingan Kawagib itu dibantah oleh seorang perwira Filipina. Sebaliknya, ia malah menuding bahwa pemberontaklah yang telah menduduki masjid-masjid di kota tersebut. Pemberontak juga dituding telah mengakibatkan ribuan penduduk sipil terpaksa mengungsi.

Pemberontak itu merupakan kelompok yang menentang pembicaraan perdamaian. Menurut perwira itu, awal bulan ini pemerintah Filipina dan Front Islam Pembebasan Moro sempat membicarakan rencana perdamaian. Namun, rencana itu gagal karena pemberontak menyerang detasemen militer.

Sementara itu, kepolisian Filipina mengatakan telah menangkap seorang ulama Islam bernama Abdul Jandul. Ia diduga telibat dalam kasus penculikan massal yang dilancarkan gerilyawan Muslim pada tahun 2000 lalu.

Abdul Jandul yang diduga merupakan anggota kelompok Abu Sayyaf ini ditangkap aparat kepolisian di Pulau Basilan, Filipina Selatan. Abdul Jandul menjadi buronan karena dianggap terlibat kasus penculikan 30 orang guru dan murid sekolah yang telah menewaskan 3 orang.

(YG)

Comment di sini