Inilah 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

by
August 28th, 2012 at 1:13 pm

Boston

CiriCara.com- Semua orang pasti mendambakan pekerjaan yang bagus dan sesuai dengan minat mereka. Banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar dan ternama.

Akan tetapi, tahapan penyaringan calon karyawan baru seringkali menjadi penghalang mimpi untuk bekerja di perusahaan ternama tersebut, khususnya pada proses wawancara kerja/interview.

Sebagian besar orang merasa grogi ketika sedang diwawancara oleh calon atasannya di tempat baru. Tak jarang, banyak pelamar kerja yang salah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang mereka inginkan.

Itulah sebabnya ada beberapa hal yang harus dihindari saat wawancara kerja. Di bawah ini ada daftar 5 hal yang tidak boleh diucapkan saat wawancara kerja.

1. Jawaban terlalu panjang

Tahapan wawancara merupakan tahap evaluasi kepribadian pelamar kerja yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Jika Anda diberi pertanyaan singkat, tapi Anda menjawabnya dengan rincian yang sebenarnya tidak berkaitan dengan pertanyaan tersebut, hal itu akan mengurangi nilai Anda di mata si pewawancara. Jadi, sebaiknya berikan jawaban yang singkat, padat, jelas, dan mengena pada pertanyaannya.

2. Menjelekan pekerjaan lama

Pada proses wawancara ini, si pewawancara pasti akan menanyakan penyebab Anda memutuskan untuk berhenti dari perusahaan yang lama. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda tidak boleh menjelek-jelekan atasan, pekerjaan, atau perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya. Hal ini akan dinilai kurang profesional oleh si pewawancara.

3. Berkata “Saya bekerja terlalu keras”

Pertanyaan yang menjebak berikutnya adalah ketika si pewawancara menanyakan tentang kelemahan terbesar Anda. Untuk pertanyaan ini, jangan menjawab dengan jawaban seperti “Saya bekerja terlalu keras”. Jawaban seperti itu menimbulkan persepsi bahwa Anda adalah karyawan yang tidak loyal kepada perusahaan.

Sebenarnya, mereka ingin melihat cara Anda mendeskripsikan diri sekaligus kemampuan Anda untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi kekurangan tersebut.

Jadi, jawablah dengan jujur jika pertanyaan ini diajukan saat wawancara kerja, dan jangan terlalu membanggakan diri seolah-olah Anda tidak memiliki kekurangan.

4. Terlalu merendahkan diri

Wawancara merupakan kesempatan bagi Anda untuk mempromosikan segala kemampuan dan keahlian yang sudah dimiliki. Dalam wawancara, ada pertanyaan yang menanyakan tentang pencapaian yang sudah berhasil dilakukan saat bekerja di perusahaan sebelumnya. Anda harus berani menceritakan tentang keberhasilan proyek yang Anda kerjakan. Dengan demikian, si pewawancara akan tahu keuntungan perusahaan mereka dengan mempekerjakan Anda nantinya.

5. Menyebutkan gaji lama sebenarnya

Negosiasi gaji juga menjadi bagian dalam wawancara kerja. Si pewawancara biasanya menanyakan pendapatan yang Anda dapat di tempat kerja sebelumnya, tapi Anda tidak harus menyebutkan nominal sebenarnya kepada mereka.

Misalnya saja, Anda jujur mengatakan gaji yang didapat sebelumnya sebesar 4 juta rupiah, sedangkan standart perusahaan tersebut 5 juta rupiah untuk posisi yang Anda lamar, kemungkinan mereka akan menurunkan tawarannya menjadi 4 juta rupiah dan Anda sudah kehilangan 1 juta rupiah.

Selain itu, mereka juga akan bertanya tentang nominal yang Anda harapkan jika bekerja di perusahaan tersebut. Untuk pertanyaan ini, Anda bebas menjawab nominal sesuai dengan yang Anda harapkan.

Jadi, untuk negosiasi mengenai gaji, Anda perlu menargetkan yang lebih baik dari perusahaan sebelumnya, tapi Anda juga harus mengimbangi dengan kemampuan kerja yang dapat Anda berikan kepada perusahaan tersebut.

Itulah kelima hal penting yang harus diperhatikan saat menjalani proses wawancara kerja. Untuk menghadapi wawancara di perusahaan baru, bukan hanya penampilan yang harus diperhatiakan, melainkan cara menjawab dan isi dari jawaban Anda yang harus diperhatikan. (yk)

Yahoo

Comment di sini