Tradisi Mudik: Korban Tewas Bukan Mati Syahid

by
August 28th, 2012 at 1:42 pm

Ilustrasi / padang-today.com

Jakarta (CiriCara.com) – Jumlah korban tewas selama arus mudik tahun 2012 mencapai 908 jiwa. Ketua Umum Palang Merah Indonesia M Jusuf Kalla mengusulkan untuk menjadikan Arus Mudik sebagai Bencana Nasional. Pasalnya, jumlah tersebut jauh melebihi bencana lain yang kerap terjadi di Indonesia.

“Sudah 900 lebih orang meninggal. Kalau perang, satu batalyon lebih orang meninggal. Kalau flu burung, baru lima kasus, meninggal dua, sudah ribut satu dunia,” ujar Kalla seperti dikutip dari Surabaya Post, Senin (27/8).

Mantan Wakil Presiden RI ke-10 tersebut menambahkan bahwa kecelakaan yang terjadi merupakan akibat dari banyak hal seperti buruknya infrastruktur, kondisi fisik pemudik, kendaraan, dan faktor alam. Ia juga berpendapat bahwa sebaiknya jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor dikurangi karena akan lebih aman jika menggunakan transportasi massal seperti kereta api.

Bukan mati syahid

Sementara itu, salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Ridwan menyampaikan bahwa meninggal dalam tradisi mudik bukan merupakan mati syahid meskipun dengan niat baik bersilaturahmi dengan keluarga. Korban tewas dalam tradisi mudik sangat disayangkan karena bersifat sia-sia. Menurutnya, mudik hanyalah sebuah budaya karena Islam tidak mengenal mudik. Silaturahmi dengan keluarga bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu memaksa untuk berbarengan dengan suasana libur lebaran.

Terakhir, ia menyarankan agar ke depannya tidak perlu memaksakan untuk bermudik dengan lalu lintas yang padat dan berbahaya.

“Yang wajib bagi umat Muslim bukanlah mudiknya, tetapi merakayan Hari Raya-nya pada 1 Syawal. Jadi tak perlu memaksakan diri pulang kampung saat jelang Lebaran. Kalau memang niatnya ingin silaturahim dengan keluarga di kampung kan bisa kapan saja tanpa harus menunggu Idul Fitri,” tutupnya. (dd)

Comment di sini