Orang Utan yang Terbakar Akhirnya Mati

by
August 31st, 2012 at 9:37 am

Pontianak (CiriCara.com) – Upaya penyelematan satwa langka orang utan yang terbakar saat dievakuasi berkahir tragis. Orang utan yang dievakuasi dari Desa Wajok Hulu, Kabupaten Pontianak ini akhirnya mati pada Rabu (29/8/2012) pukul 22.30 WIB.

Sebelumnya orang utan yang masuk pemukiman warga ini akan dibawa ke Ketapang untuk menjalani pengobatan. Namun, saat dalam perjalanan menuju Pusat Rehabilitasi dan Konservasi International Animal Rescue (IAR) di Ketapang, nyawa orang utan malang ini tidak terselamatkan lagi.

Terkait keputusan pemindahan ke Ketapang, Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kalbar, Niken Wuri Handayani mengatakan, IAR Ketapang lebih lengkap peralatan mendisnya. Jalur darat dipilih untuk menghindari stres pada orang utan yang sakit itu.

“Pertama, kalau melalui udara, kami kuatir ini tidak lolos karantina. Karena orang utan ini dalam kondisi sakit. Sementara jika melalui air ditakutkan orang utan tambah stres karena pasti akan banyak penumpang lain yang melihat,” ujar Niken.

Akhirnya orang utan itu dibawa menggunakan mobil Patroli Ford Ranger Bak Terbuka. Orang utan yang terbakar itu diletakkan di sebuah kandang dari besi. Sebelum berangkat tim medis memeriksa kondisi orang utan untuk meminimalkan resiko. Sayang, saat di perjalanan menuju IAR Ketapang orang utan malang ini mati.

“Kami sangat sedih sekali mengetahui orang utan itu meninggal. Tetapi itu di luar kekuasaan kami. Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk menolongnya,” timpal Niken, seperti dilansir Pontianakpost, Jumat (31/8/2012).

Mayat orang utan itu kemudian langsung dibawa kembali ke Pontianak untuk diautopsi. Autopsi ini dilakukan dengan alasan untuk mengetahui penyebab kematian hewan langka ini. Rencananya mayat orang utan ini juga akan diawetkan demi kepentingan penelitian.

“Kami akan awetkan terlebih dahulu sampai kasus ini benar-benar selesai. Karena mungkin dalam beberapa waktu ke depan kita masih memerlukan sejumlah data,” tutur Niken kepada wartawan usai melakukan autopsi.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya, mayat orang utan tidak akan dikubur untuk sementara. “Bisa jadi akan ada penelitian lebih lanjut. Jika sudah dikubur akan sulit untuk menggali data-data lebih lanjut,” ujar Niken.

(YG)

Comment di sini