Awas! Debu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Rumah

by
September 3rd, 2012 at 11:42 am

Bandar Lampung (CiriCara.com)Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan drastis aktifitas vulkanisnya sejak beberapa hari terakhir ini yang menyebabkan pengendapan debu halus nyaris di seluruh kota Bandar Lampung. Berdasarkan pantauan udara yang dikutip dari Republika.co.id hari ini, Senin 3 September, debu-debu halus yang berasal dari Gunung Anak Krakatau tersebut telah menyelimuti rumah, jalanan dan persawahan di kota Bandar Lampung. Akibatnya, para pengendara motor dan pejalan kaki di jalan harus mengenakan masker dan kacamata untuk menghindari infeksi saluran pernafasan dan penglihatan karena debu-debu tersebut.

Menurut warga disana, debu Gunung Anak Krakatau tersebut sudah mengendap hingga dua sentimeter di atas atap-atap rumah bahkan telah memasuki rumah mereka. Untuk mengantisipasi bahaya debu vulkanik tersebut, sebagian besar masyarakat kota Bandar Lampung telah meminimalisir saluran udara di rumah mereka seperti jendela dan pintu.

Tidak hanya warga namun juga para pelajar dan penjual di area Bandar Lampung terkena imbas jatuhnya debu vulkanis Gunung Anak Krakatau ini. Untuk sementara waktu, mereka dilarang keras menjajakan dan mengkonsumsi jajanan terbuka di pinggir jalan.

Apa yang menyebabkan debu gunung berapi di tengah laut ini mengarah ke kota Bandar Lampung? Ternyata sejak seminggu terakhir angin kencang bertiup pada petang hingga malam hari dari Selat Sunda ke arah kota dan membawa semburan Gunung Anak Krakatau yang meletus kemarin, Minggu 2 September 2012 pukul 11.30 WIB.

Antara Gunung Anak Krakatau dan kota Bandar Lampung terpisah hanya 250 kilometer. Gunung vulkanis yang sangat aktif ini dinyatakan berstatus waspada sejak 2007 hingga para nelayan, warga, dan turis dilarang untuk mendekat ke area gunung dalam radius kurang dari satu kilometer karena letusan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sementara hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau kondisi Gunung Anak Krakatau yang terus menerus mengeluarkan getaran tremor dengan amplitudo rata-rata 34 mm dan lontaran lava pijar setinggi 200-300 meter. Warga di sekitar Gunung Anak Krakatau terutama bagian selatan kota Bandar Lampung diminta untuk waspada terhadap letusan susulan yang mungkin lebih berbahaya. (RN)

Comment di sini