Keindahan Bulan Biru Mengejutkan Penduduk Bumi [Foto]

by
September 3rd, 2012 at 12:56 pm

Johan Clausen/Live Science

CiriCara.com – Para penikmat keindahan langit pasti sangat kagum pada momen indah bulan biru yang menghiasi langit akhir pekanlalu. Apakah Anda sempat melihat bulan biru tersebut?

Sebenarnya, pengertian bulan biru merupakan bulan purnama kedua dalam satu bulan, adalah keliru. Seperti yang dilansir Live Science, yang dapat dikategorikan bulan biru sebenarnya adalah purnama ketiga dalam satu musim tersebut.

Kesimpang-siuran pemahaman ini disebabkan oleh kesalahan penulis majalah “Sky and Telescope” pada tahun 1946, yang menuliskan dalam majalah tersebut bahwa bulan biru adalah pengertian untuk bulan purnama yang kedua.

Meskipun demikian, penduduk di seluruh belahan Bumi penasaran dengan fenomena langit bulan biru tersebut, yaitu fase di mana bulan (satelit alami Bumi) tertutup oleh debu vulkanik dan awan asap luar angkasa.

Selain itu, peristiwa bulan biru yang tampak dari Bumi pada 31 Agustus malam lalu, mengingatkan kenangan terhadap orang pertama yang menginjakan kakinya di Bulan, yaitu Neil Armstrong. Menurut salah satu sumber, tanggal 25 Agustus adalah tanggal wafatnya astronot pertama yang mendarat di Bulan pada tahun 1969, dan persis pada tanggal 31 Agustus, Neil Armstrong dikuburkan.

Ini merupakan dua momen indah yang saling berkaitan. Bulan mengingatkan kita pada Neil Armstrong, begitu pula sebaliknya.

Bagi Anda yang tidak sempat menyaksikan bulan biru pada hari Jumat malam lalu, di bawah ini ada beberapa gambar yang menampilkan keindahan bulan biru pada 31 Agustus lalu.

Tomsajinsa/Space

Tomsajinsa/Space

Itulah bulan biru yang terlihat pada langit kota New York, AS pada tanggal 31 Agustus 2012. Foto tersebut diambil oleh seorang pengamat yang bernama Tomsajinsa.

Angela Saeki/Space

Angela Saeki/Space

Foto bulan biru ini diambil oleh Angela Saeki dari balkon gedung lantai 34 di kota Osaka, Jepang pada tanggal 30 Agustus 2012.

Johan Clausen/Live Science

Ini adalah fenomena bulan biru yang diambil dari langit Denmark, oleh Johan Clausen pada Agustus 2012 lalu.

Demikianlah bagaimana bulan biru itu terlihat dari Bumi. Bulan yang sebenarnya bukanlah sumber cahaya seperti bintang-bintang, hanya dapat memantulkan cahaya matahari.

Pada fenomena bulan biru tersebut, cahaya matahari yang biasa dipantulkannya, dibiaskan oleh debu vulkanik dan awan asap di luar angkasa yang menyelimuti satelit Bumi tersebut. Oleh karena itu, cahaya yang dipantulkan bulan terlihat sedikit gelap dan kebiru-biruan.

(yk)

Live Science

Comment di sini