Apa Itu Penyakit Alzheimer?

by
September 4th, 2012 at 11:47 am

CiriCara.com – Apa itu penyakit Alzheimer? Penyakit Alzheimer adalah kerusakan otak akibat adanya beberapa sel saraf otak yang mati di sejumlah bagian penting, sehingga mengakibatkan menurunnya daya ingat, kemampuan berpikir, dan perubahan perilaku.

Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang menyerang lansia berusia 65 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit itu bisa menyerang orang-orang yang berusia muda. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan bahwa ada seorang penderita Alzheimer yang masih berusia 30 tahun.

Nama Alzheimer itu sendiri berasal dari nama Dr. Alois Alzheimer, seorang dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya. Pada jaringan otak tersebut ditemukan lapisan dan serabut saraf yang tidak normal.

Mau tahu lebih dalam mengenai penyakit Alzheimer? Simak penyebab dan gejala Alzheimer serta cara merawat si penderita di bawah ini seperti dicuplik dari Medicastore:

Penyebab

Alzheimer bukanlah penyakit menular, hanya sejenis kumpulan gejala dengan gambaran sel-sel otak yang mengalami degradasi, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Risiko Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Hasil riset menunjukkan bahwa penyakit ini terjadi karena kehilangan sel saraf di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Ketika zat zat neurotransmiter menurun, maka keadaan penderita akan semakin memburuk. Zat neurotransmiter berfungsi untuk menyampaikan sinyal dari satu sel otak ke sel otak lainnya.

Penyakit hipertensi, Diabetes Melitus (kencing manis), kolesterol tinggi, dan faktor keturunan juga merupakan beberapa faktor yang mempertinggi risiko seseorang menderita penyakit Alzheimer.

Gejala

Ada beberapa gejala penyakit Alzheimer yang perlu diwaspadai. Namun, bila seseorang mengalami gejala, seperti lupa akan suatu hal, bukan berarti ia sudah pasti menderita Alzheimer. Untuk menentukannya, perlu pemeriksaan oleh dokter secara khusus,  misalnya dengan beberapa tes wawancara maupun tertulis.

Berikut beberapa gejala yang harus diwaspadai:

1. Mengajukan pertanyaan yang sama secara berulang-ulang pada saat yang sama atau mengulangi cerita yang sama dengan menggunakan kata-kata yang sama pula.

2. Lupa cara melakukan kegiatan rutin. Misalnya cara menelepon, mandi, makan, menyalakan televisi, dan lain-lain.

3. Gangguan bahasa. Misalnya kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat ketika berbicara.

4. Disorientasi. Misalnya lupa saat itu hari apa, bulan apa, dan lain sebagainya.

5. Gangguan berpikir abstrak. Misalnya kesulitan untuk menghitung uang, menghafal nama, dan lain sebagainya.

6. Gangguan kepribadian. Misalnya menjadi mudah tersinggung, mudah curiga, dan mudah marah.

7. Pola tidur menurun

Perawatan

Hingga saat ini belum ditemukan obat-obatan atau pil yang bisa menyembuhkan penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer bersifat kronis dan lama-kelamaan pasien semakin tergantung pada orang lain. Untuk itu, sangat diperlukan kesabaran dari keluarga atau orang yang merawatnya.

Beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan bila orangtua Anda menderita penyakit ini, yaitu:

1. Dibuatkan catatan kecil untuk membantunya mengingat. Catatan itu berisi jadwal kegiatan, cara menelepon, dan lain sebagainya.

2. Ciptakan suasana yang menyenangkan.

3. Hindari memaksa penderita Alzheimer untuk mengingat atau melakukan hal yang sulit.

4. Lebih sering berkomunikasi dengannya. Berbicara padanya sambil menyentuh tangan atau bahunya agar ia merasa diberi perhatian.

5. Buatlah ritual pada malam hari dengan cara menciptakan suasana tenang dan nyaman ketika menjelang tidur. Kecilkan suara televisi dan biarkan lampu tetap menyala.

6. Tidak menyuruhnya untuk tidur siang.

7. Ajak si penderita jalan-jalan pada siang hari.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, telah ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut menderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat hingga tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan harapan hidup di negara maju semakin tinggi, sehingga populasi penduduk orang-orang lansia juga bertambah. (NR)