Kasus Terorisme Solo dan Hillary Clinton Berkaitan?

by
September 4th, 2012 at 1:18 pm

cntv.cn

Yogyakarta (CiriCara.com)Din Syamsuddin selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menaruh curiga akan keterkaitan kedatangan Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan penyergapan teroris di kota Solo yang berlangsung Jumat Malam, 31 Agustus 2012.

Menurut Din Syamsuddin, kedatangan Hillary Clinton selaku Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Indonesia pada hari Senin kemarin, 3 September 2012 bisa jadi untuk memastikan bahwa Indonesia benar-benar serius memberantas masalah terorisme atau tidak.

Dari sumber Republika.co.id, usai memberikan orasi ilmiah pada masa ta’aruf (mataf) mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Din Syamsuddin menyatakan bahwa Amerika ingin mendukung usaha pemberantasan terorisme di Indonesia melalui kunjungan Hillary Clinton, tepat tiga hari setelah penyergapan teroris di kota Solo.

Namun dukungan ini, menurut Din, sangat menyudutkan kelompok gerakan Islam tertentu sebab hanya Negara Indonesia saja yang dituduh sarat dengan terorisme, jauh berbeda dengan negara-negara lain dengan dominasi agama tertentu. Lagipula, hanya pemain kecil saja yang berhasil ditangkap bukan kaum intelektual yang berperan di belakang.

Sedangkan di sisi lain, Dekan Paramadina Graduate School of Diplomacy, Dinna Wisnu mengatakan bahwa kunjungan Hillary Clinton adalah bukti bahwa Negara Adidaya itu sangat membutuhkan dukungan Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Pasifik selain India dan Taiwan. Kedatangan Hillary Clinton di Indonesia juga diduga kuat berhubungan dengan keberadaan perusahaan tambang emas dunia milik Amerika Serikat, Freeport di Papua.

Sementara ketika menerima Hillary Clinton di gedung Kementerian Luar Negeri Indonesia di kawasan Pejambon kemarin, Marty Natalegawa selaku Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa Indonesia dan Amerika akan terus bekerja sama dalam memberantas terorisme. Kerja sama ini, menurut Hillary Clinton sangat penting mengingat Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan sering menjadi target aksi terorisme baik dari dalam maupun luar negeri.

Hillary Clinton sendiri datang ke Jakarta sekitar pukul 18.00 di Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat pemerintah Amerika Serikat dan langsung menuju ke Gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon untuk melangsungkan joint press briefing dengan Marty Natalegawa. (RN)

Comment di sini