Menteri Perdagangan Persoalkan Bisnis 7Eleven dan Lawson

by
September 4th, 2012 at 3:39 pm

wartanews.com

Jakarta (CiriCara.com) – Waralaba asing seperti 7Eleven dan Lawson digugat karena menyalahi izin usaha mereka di Indonesia. Pada awalnya 7Eleven dan Lawson mempunyai izin usaha rumah makan yang diperoleh dari Kementerian Pariwisata. Namun, pada kenyataannya izin usaha ini disalahgunakan oleh kedua waralaba ini dengan memperluas jaringan ke arah ritel atau minimarket.

Melihat hal ini di lapangan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akan menindak tegas keduanya. “Mereka harus memperjelas usaha mereka karena mereka hanya memiliki izin membuka rumah makan dari Kementerian Pariwisata bukan izin membuka retail dari Kementerian Perdagangan,” ujar Gita Wirjawan di Istana Negara, Jakarta pada Selasa ini, 4 September 2012, seperti yang dikutip dari finance.detik.com.

Dikutip dari sumber yang sama, menurut Perpres No. 111/2007 pemerintah mengijinkan pihak asing untuk menanamkan modalnya hingga 100% untuk supermarket, departement store, hypermarket, dan pusat grosir dengan luas minimal 1.200 meter persegi sementara minimarket dalam kelompok modal yang harus mutlak dalam negeri 100% dengan luas di bawah 400 meter persegi.

Gita berencana akan membicarakan masalah ini dengan kedua waralaba asing milik Jepang ini sesegera mungkin dengan maksud untuk menegakkan peraturan. Selain dua waralaba ini, masih ada beberapa waralaba asing lainnya yang juga menyalahi peraturan dan izin usaha.

Mengenai penyalahgunaan izin usaha 7Eleven dan Lawson juga dibenarkan oleh Ketua Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo di Gedung Kementerian Perdagangan kemarin, Senin, 3 September 2012. Menurutnya, perusahaan asing yang melanggar aturan dan izin usaha seperti ini harus kembali ke format awal dengan membuat perjanjian dan izin usaha yang baru, jika tidak maka sanksi tegas bahkan pelarangan pendirian usaha akan dikenakan kepada mereka.

Namun dari pihak Lawson sendiri, seperti dikutip dari Okezone.com, mereka menuduh pemerintah Indonesia kurang paham dengan usaha convenience store yang dijalankannya. Menurut General Manager Alfamidi yang memegang lisensi Lawson, Joseph Hendra, izin waralaba franchise yang mereka pegang adalah sah dan tidak menyalahi aturan yang berlaku. (RN)

Comment di sini