Selain Solo, Ternyata Jakarta dan Bali Juga Jadi Incaran Teroris

by
September 4th, 2012 at 11:20 am

skalanews.com

Jakarta (CiriCara.com)Farhan dan Bayu yang tergabung dalam jaringan teroris pengacau kota Solo melalui serentetan tembakan kepada petugas polisi ternyata berencana membuat aksi teror yang sama di wilayah Jakarta, Bali, dan Poso. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai kemarin, Senin 3 September 2012 seperti yang dilansir melalui JPNN.com.

“Mereka ingin meledakan kota Solo, Poso, Bali dan Jakarta secara simultan”, ujarnya. Menurut Ansyaad, kelompok teroris Farhan bukan kelompok yang berdiri sendiri karena kemungkinan besar kelompoknya masih berafiliasi atau berhubungan dengan Jamaah Asrorut Tauhid (JAT) dan Jamaah Islamiyan (JI).

Anggota militan kelompok Farhan yang berjumlah sekitar 50 orang dilatih di Poso sejak bulan Juni 2011 hingga bulan Maret 2012 dan dikirim ke area Solo untuk membuat bom dan merekrut jaringan baru. Menurut Ansyaad lagi, jaringan terorisme Solo adalah jaringan kuat dan luas yang berdiri sendiri dan bergabung dengan tim Hisbah yang merupakan jaringan JAT yang diungkap setelah Densus 88 melumpuhkan teroris pada Jumat, 31 Agustus 2012 lalu.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa kelompok Farhan telah tiga kali melakukan aksi penembakan di kota Solo yang terjadi di tiga lokasi berbeda di dalam kota Solo seperti pos polisi Gemblegan, bundaran Gladak dan terakhir, pos polisi di Singosaren yang menelan korban jiwa.

Dalam melakukan aksinya, Farhan (19) yang baru saja lulus dari Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah berperan untuk memboncengkan Muchsin (19) sang eksekutor. Sementara Bayu (16) yang ditangkap hidup di Karanganyar, Jawa Tengah berperan sebagai pemalsu nomor kendaraan pelaku. Farhan dan Muchsin tewas tertembak ketika terjadi pergumulan dengan Densus 88 Jumat malam, 31 Agustus 2012 kemarin.

Menurut Ansyaad Mbai, pelaku kemungkinan lebih dari mereka bertiga karena sepeda motor yang digunakan pelaku di tiga tempat kejadian berbeda satu dengan yang lain. Kemungkinan bahwa jaringan teroris tidak lagi berpusat untuk melakukan aksinya di kota Solo namun juga menyebar ke daerah-daerah lain masih diselidiki oleh pihak berwenang hingga saat ini. (RN)

Comment di sini