Aktivis HAM Minta SBY Ungkap Tuntas Kasus Munir

by
September 5th, 2012 at 10:03 am

Okezone

Jakarta (CiriCara.com) – Selama delapan tahun pemerintahan SBY, selama itu jugalah kasus pembunuhan Munir Said Thalib yang akrab disapa Munir, penggiat HAM di Indonesia terbengkelai.

Dua hari mendatang adalah hari tepat delapan tahun meninggalnya Munir setelah tewas diracun di atas pesawat Garuda GA-974 dengan penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam. Ketua Tim Legal Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) yang juga sahabat Munir, Chairul Anam mendesak Presiden SBY untuk menuntaskan kasus tersebut, seperti yang dikutip dari VOAIndonesia.com, Selasa, 4 September 2012.

Menurut Chairul, SBY telah ingkar janji dalam penuntasan kasus ini karena sejak 2004, beliau berjanji untuk menuntaskan kasus kematian Munir, namun pada kenyataannya kasus ini tidak pernah selesai hingga sekarang. Dengan dibebaskannya Muchdi, mantan petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) dan Chief Pilot, Rohainil Aini, kasus pembunuhan Munir masih janggal dan belum selesai.

Chairul mendesak Presiden agar memerintahkan Jaksa Agung Basrief Arid dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menyelidiki dan meninjau ulang kasus ini. Menurutnya lagi, jika kasus Munir tidak dapat diselesaikan, reformasi di tingkat Badan Intelijen Negara tidak akan berhasil.

Dikutip dari sumber yang sama, Chairul membenarkan bahwa Jaksa Agung sudah mengizinkan untuk Peninjauan Kembali atau (PK) namun belum mendapat dukungan dari Presiden. Hal ini menurutnya telah menunjukkan komitmen Presiden SBY yang sangat lemah untuk menegakkan keadilan. Padahal, Jaksa Agung sendiri telah mengetahui jati diri pelaku, konspirasi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Munir tersebut.

Dengan peringatan delapan tahun meninggalnya Munir pada hari Jumat, 7 September 2012 nanti, Chairul Anam juga meminta dukungan internasional untuk terus mempertanyakan kasus pembunuhan Munir kepada Presiden SBY.

Hal senada juga ditegaskan oleh Suciwati, istri almarhum Munir yang masih terus mendesak kedua pihak baik Presiden SBY dan Jaksa Agung untuk menyelesaikan kasus pembunuhan suaminya. Menurutnya, dengan penyelesaian kasus ini, Suciwati berharap tidak ada lagi aktivis HAM yang dibunuh karena aksinya.  (RN)

Comment di sini