Berbagai Aksi untuk Peringati 8 Tahun Meninggalnya Munir

by
September 5th, 2012 at 9:23 am

VIVAnews

Jakarta (CiriCara.com)Pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib telah delapan tahun meninggalkan para sahabatnya sesama aktivis penggiat HAM di Indonesia. Untuk memperingati delapan tahun meninggalnya Munir, mereka menggelar aksi yang akan digelar di dua lokasi seperti Istana Presiden dan Kejaksaan Agung.

Peringatan 8 tahun meninggalnya Munir tersebut akan dilangsungkan pada Jumat, 7 September 2012 nanti. Koordinator KASUM, Choirul Anam, membenarkan adanya aksi tersebut.  Seperti yang telah banyak diketahui, Munir meniggal pada tanggal yang sama tahun 2004 di atas pesawat Garuda Indonesia GA-974 karena racun arsenik dalam makanannya.

Dikutip dari Tempo.co, Choirul Anam dan sahabat-sahabatnya akan mengangkat tema “mengenang kembali Munir dan menjadikannya sebagai tokoh inspirasi masyarakat yang memperjuangkan rasa aman”. Melalui aksi ini, sahabat-sahabat Munir berharap agar SBY selaku Presiden mengusut tuntas kasus pembunuhan Munir dengan cara mendesak Jaksa Agung agar meninjau kembali putusan atas Muchdi Purwoprandjono, mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) yang divonis bebas.

Munir, sang inspirator bagi banyak pihak di Indonesia ini lahir di Malang pada 8 Desember 1985 dan lulus dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang. Beliau terkenal sebagi pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS) dan terus berperan untuk mengungkap kejahatan kemanusiaan di Indonesia. Terakhir, beliau menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Imparsial sebelum akhirnya meninggal.

Hingga saat ini, tersangka pembunuh Munir seperti mantan pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan, Sekretaris Chief Pilot Airbus A330 PT Garuda Indonesia Rohainil Aini, dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwoprandjono belum mendapat kepastian hukum yang jelas. Walau Pollycarpus telah divonis 20 tahun oleh Mahkamah Agung, tersangka lain seperti Rohainil dan Muchdi masih divonis bebas.

Sedangkan istri dan 2 anak Munir, Suciwati, Alif Allende, dan Diva Suukyi masih menunggu keadilian akan kasus terbunuhnya Munir. Suciwati yang juga seorang penggiat HAM terus menuntut Presiden dan Jaksa Agung agar kasus Munir segera diselesaikan. (RN)

Comment di sini