Ini Alasan Turki Batasi Facebook dan Twitter

by
September 5th, 2012 at 10:13 am

Jakarta (CiriCara.com) - Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Kelautan Turki Binali Yildirim mengatakan, media sosial dapat memprovokasi massa dalam jumlah besar. Hal terebut disampaikannya saat mengumumkan rencana untuk melarang Twitter dan Facebook. Ia menyatakan langkah tersebut diambil untuk mencegah “ancaman bagi keamanan masyarakat”.

Bulan Mei lalu, pemerintah Turki telah mengumumkan bahwa undang-undang tersebut akan mulai diberlakukan pada Agustus. Pengatur jaringan internet di Turki telah memperkenalkan sejumlah “filter” yang akan diterapkan bagi para penggunanya.

Menurut harian Turki Habertürk, Yildirim telah menegaskan bahwa sosial media adalah “ancaman” dan undang-undang harus dibuat. Belum diketahui sampai berapa lama peraturan ini akan diberlakukan.

Menurut laporan Menteri, jejaring sosial diduga telah menjadi “katalisator” yang menyebabkan konfrontasi antar etnis dan agama, terutama setelah serangan yang dilakukan oleh organisasi terlarang Serikat Pekerja Kurdi (Partiya Karkerên Kurdistanê – PKK). Sebagai contoh, dua tentara Turki terbunuh dan 10 luka dalam bentrokan yang terjadi di sebelah tenggara provinsi Hakkari.

Di samping itu, Yildirim tampil di sebuah stasiun televisi, mengatakan jejaring sosial dan semacamnya akan menjadi “sangat efektif” ketika terjadi serangan bom bunuh diri yang mematikan di dekat sebuah kantor polisi di Gaziantep pada 20 Agustus lalu. Di jejaring sosial, masyarakat menyebarkan kabar yang salah mengenai pemboman kedua,yang mengklaim bahwa kantor Partai Kedamaian dan Demokrasi di tengah kota telah hancur. “Hal tersebut sangat mengganggu,” ujarnya seperti dikutip dari Neurope.eu.

Agar tidak terkesan “memblokir”, Yildirim telah mgnhubungi Badan Telekomunikasi dan Teknologi Informasi Turki untuk menciptakan cara yang seimbang untuk merintangi para pengguna Facebook dan Twitter dari Turki.

Bulan Maret lalu, sebuah organisasi reporter Perancis yang bernama Without Borders merilis sebuah daftar yang berisi “12 negara musuh internet”. Saat itu, Cina, Korea Utara dan Suriah berada di puncak daftar sedangkan Turki masih dalam tahap “dalam pengawasan”. Dengan berlakunya undang-undang baru ini, posisi negara dengan mayoritas muslim tersebut akan melesat naik. (dd)

Comment di sini