Wah, Pembangunan Musala Dikorupsi Juga

by
September 5th, 2012 at 5:07 pm

dem10 / Getty Image

Jakarta (CiriCara.com) - Korupsi di Indonesia sepertinya semakin parah. Jika sebelumnya ada dugaan korupsi Al-Quran, kini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Pores Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan pejabat pemkab sebagai tersangka korupsi pembangunan Musala.

Rusmina, Camat Muara Badak tahun 2008, ditetapkan sebagai tersangka bersama dua pejabat lainnya yaitu Syarifah dan Qorina Kodariyah. Masing-masing merupakan Ketua Panitia Lelang dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Tersangka lain adalah Syarif, kuasa usaha dari CV Eva Evi Bersaudara yang mengerjakan proyek tersebut.

“… dua tersangka yani Qorina dan Syarif sudah ditangkap petugas kami di kediamannya masing-masing. Qorina dijemput di Muara Badak dan Syarif ditangkap di rumahnya…,” ujar Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi HArryarsana seperti dikutip dari JawaPos. Sementara itu, dua tersangka lain yaitu Rusmina dan Syarifah akan dipanggil Kamis (6/9) besok.

Kasus ini berawal dari pembangunan Masjid Raya serta dua buah Musala. Lantaran lokasi yang kurang strategis, warga — yang juga ikut menyumbang pembangunan masjid — meminta agar pembangunan ditukar ke lokasi yang lebih padat penduduk.

Ternyata, setelah pembangunan Masjid Raya selesai, pembangunan Musala An-Nur malah tidak dilaksanakan. Ketika warga mempertanyakan, ada laporan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bahwa pembangunan Musala tersebut telah selesai. Kepolisian kemudian mengembangkan kasus ini hingga akhirnya kini empat tersangka telah ditetapkan.

Sementara itu, Bupati Kukar Rita Widyasari yang diminta pendapatnya mengatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada kepolisian. Ia Namun, ia juga mengingatkan bahwa menjadi tersangka belum tentu bersalah. “Biarkan nanti pengadilan yang memutuskan,” tutupnya. (dd)

Comment di sini