Massa Demo Tolak Bayar Tiket Pembukaan PON 2012

by
September 7th, 2012 at 2:57 pm

Riauterkini

Pekanbaru (CiriCara.com)Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII yang akan diselenggarakan di Riau telah menuai protes dari beberapa pihak.

Tiga puluh orang mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Tuntun Mafia (JARUM) yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Riau mengadakan demo yang berlokasi di pintu gerbang utama Kantor Gubernur Riau pada hari Kamis, 6 September 2012.

Seperti dilansir dari Riauterkini.com, demo dilakukan karena panitia PON masih menarik biaya tiket masuk bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pembukaan pertandingan PON XVIII di Riau.

“Dana yang dibutuhkan untuk PON sudah mengambil triliunan uang rakyat. Tidak layak, rakyat harus kembali dibebani dengan pembelian tiket untuk sekedar menyaksikan helat PON,” teriak Ketua JARUM, Agus Saputra.

Karena demo yang tiba-tiba tersebut, pendemo langsung direspon oleh Satpol PP dengan cara menutup pintu gerbang utama sehingga massa tidak menyeruak masuk dan tetap melakukan demo di luar gerbang.

Melalui demo tersebut, JARUM menyampaikan empat tuntutan. Pertama, mereka meminta agar pelaksanaan PON XVIII di Riau diundur karena venue yang akan dipakai untuk menyelenggarakan pertandingan dinilai belum siap. Kedua, mereka mendesak dibuatnya payung hukum untuk pencairan dana PON ke-XVIII yang akan diselenggarakan di Riau.

Ketiga, JARUM mendesak penyelenggara PON untuk membatalkan penjualan tiket masuk PON dan keempat, mendesak gubernur dan panitia PON untuk memperhatikan pengusaha lokal dalam pelaksanaan PON yang selama ini terlalu banyak diposisikan sebagai penonton saja.

Penyelenggaraan PON 2012 menuai sejumlah kontroversi, mulai dari dugaan korupsi hingga ketidaksiapan panitia dalam mengadakan pesta olahraga nasional ini. Sebelumnya, kanopi lapangan tenis yang sedianya akan digunakan sebagai arena pertandingan PON 2012 dikabarkan ambruk padahal lapangan belum pernah dipakai. Satu orang diberitakan terluka akibat insiden tersebut. (RN)

Comment di sini