Inilah 6 Kegagalan Jokowi di Solo Versi Marzuki Alie

by
September 10th, 2012 at 11:40 am

VIVAnews

Jakarta (CiriCara.com)Marzuki Alie, Wakil Ketua Pembina Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR RI, mengungkap fakta kegagalan Jokowi sebagai Walikota Solo selama tujuh tahun masa pemerintahannya. Menurut Marzuki, seperti dilansir dari Antaranews.com, ada enam kegagalan Jokowi dalam memimpin kota kecil berpenduduk 559 ribu jiwa tersebut.

Pertama, Jokowi dinilai gagal dalam mengatasi masalah banjir yang melanda kota Solo setiap tahun. Banjir yang berasal dari aliran sungai Bengawan Solo ini hingga saat ini belum mampu ditemukan jalan keluarnya.

“Kota Solo setiap tahun mengalami banjir, bahkan rumah walikota sendiri terkena banjir,” kata Marzuki Alie pada Sabtu, 8 September 2012 lalu.

Kegagalan kedua menurut Marzuki Alie adalah kepadatan dan kemacetan yang belum bisa diatasi di kota Solo. Menurut Ketua DPR RI tersebut, Jokowi tidak punya konsep transportasi yang baik di kota kecil itu sehingga mustahil baginya jika Jokowi  untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.

Ketiga, Marzuki menengarai adanya keterlibatan Jokowi dalam kasus dugaan manipulasi perjalanan dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Keempat, Marzuki menyoroti tentang pembangunan Gapura Makutha Solo senilai Rp. 37 miliar yang belum selesai pengerjaannya selama 1,5 tahun terakhir ini.

“Pembangunan gapura belum selesai. Sangat susah membayangkan bagaimana mau bangun underpass, flyover atau bahkan MRT atau subway,” kata Marzuki lagi, dikutip dari sumber yang sama.

Kelima, Marzuki menganggap Jokowi belum bisa mengatasi sampah kota Solo yang masih menggunakan sistem pengelolaan tradisional. Marzuki menambahkan jika sampah di Solo masih masih merupakan sebuah masalah yang pelik dan belum ada solusi  yang tepat untuk menyelesaikannya.

Keenam, Marzuki menilai tingkat kemiskinan di kota Solo terus meningkat selama masa kepemimpinan Jokowi. Ketua DPR RI itu menganggap Jokowi belum bisa menyelesaikan masalah ini.

Namun meski Marzuki Alie membeberkan fakta kegagalan tersebut, pada awal Agustus 2012 lalu, Jokowi tetap terpilih sebagai salah satu Walikota penerima penghargaan Best City Award dalam Konferensi Partnership for Democratic Local Governance in Southeast Asia di Bangkok, Thailand.

(RN)

Comment di sini