Member Anonymous: “Hidup Lebih Tenteram Tanpa Internet”

by
September 10th, 2012 at 3:48 pm

Jakarta (CiriCara.com) - Jake Davis, merupakan seorang pemuda berusia 19 tahun. Ia lebih dikenal dengan nama Topiary dalam kelompoknya — yang juga sangat terkenal– yaitu Anonymous dan LulzSec.

Davis, hacker yang masih berusia muda ini diduga terlibat dalam sejumlah penyerangan terhadap situs-situs pemerintah di beberapa negara seperti Zimbabwe, Suriah, Tunisia, Mesir, Jepang, dan Irlandia. Semua aksinya ia lakukan di bawah nama “Internet Feds”, “Anonymous”, dan “LulzSec”. Selain itu, ia juga menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat terkait kejahatan serupa.

Ia baru saja dibebaskan setelah membayar sejumlah jaminan dan kini, dilarang untuk mengakses internet di manapun ia berada. Bagaimana perasaannya?

Dalam sebuah tulisan yang dimuat di The Guardian, Davis menyampaikan pendapat-pendapat barunya tentang internet.

“Saya seringkali ditanya: Bagaimana hidup tanpa internet? Pertanyaan ini terdengar sangat aneh karena setelah ribuan tahun berevolusi dan beradaptasi tanpa koneksi sederhana ini (internet, red), kini manusia modern malah mempertanyakan eksistensinya tanpa internet.

Satu kata, tenteram. Saya kini dapat membaca koran tanpa berpikir itu adalah barang peninggalan yang kuno. Memasuki toko, menggunakan uang tunai, dan membeli produk yang nyata. Tidak perlu lagi mengutip atau melucu untuk membuat orang-orang terkesan, di mana setiap reaksi dari mereka hanya diwakili oleh rentetan pijitan keyboard.”

Ia melanjutkan:

“Bukan hal yang mudah jika kita tiba-tiba kehilangan kemudahan dari kehidupan sehari-hari — seperti yang dapat Anda bayangkan, beberapa tugas sepele bisa menjadi begitu rumit– tetapi perasaan saat saya menutup mata tanpa harus dibombardir dengan cahaya kelap-kelip atau suara buzz yang mengganggu… Tidur jadi terasa lebih tenang dan tanpa gangguan, membaca buku juga menjadi jauh lebih menarik”

“Hidup kita telah ditekan menjadi pendek, seperti kalimat iklan atau tweet. Omong kosong yang terus-menerus mengisi halaman demi halaman (jejaring sosial) merusak kreativitas kita. Andai saja hastags merupakan bijih beras, berapa banyak keluarga kelaparan yang bisa diberi makan? Aku juga tidak tahu, aku tidak bisa mencarinya di Google.”

Ini merupakan salah satu usaha Davis mendorong orang-orang yang menghadapi situasi serupa, untuk sementara waktu menikmati hari tanpa internet. Mungkin itu merupakan “teriakan” kepada rekan-rekannya di Anonymous atau seluruh komunitas hacker. Yang jelas, pemikiran Davis ini juga layak untuk kita pertimbangkan. (dd)

Comment di sini