Atlet PON 2012 Bingung Karena Jadwal Terus Berubah

by
September 12th, 2012 at 4:03 pm

PON Riau 2012

Pekanbaru (CiriCara.com) – Persiapan Panitia Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau dinilai masih kurang karena sampai hari keempat pelaksanaan PON, berbagai kritikan dan keluhan terus berdatangan kepada panitia terkait kekurangan yang belum mampu diperbaiki.

Berbagai masalah muncul mulai dari fasilitas pelatihan, wisma atlet, gedung olahraga hingga jadwal pertandingan yang dinilai sangat berantakan. Hal ini juga menunjukkan bahwa panitia PON  belum terlalu siap dengan pesta olahraga tingkat nasional yang diselenggarakan di provinsi tersebut.

Hal dasar yang sedang mengganggu konsentrasi atlet yang sedang bertanding di sana adalah perubahan jadwal yang sangat kontras. Hal ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar pada atlet dan kontingennya.

Kepada Tempo.co, Yeyen Rusyana sebagai wakil kontingen Jawa Barat mengeluh, “Bukan saja perubahan pada jam, tetapi bahkan juga hari pertandingan bisa bergeser. Ini merugikan semua pihak terutama atlet kami,” ujar wakil kontingen Jawa Barat, Yeyen Rusyana. “Mestinya panitia menyadari bahwa soal jadwal pertandingan adalah hal yang amat penting bagi persiapan atlet.”

Kekacauan terjadi ketika hari Rabu ini saat panitia PON Riau baru akan memastikan pergelaran 189 pertandingan yang tersebar di 12 lokasi di seluruh Riau berikut dengan nama-nama atlet yang akan ikut bertanding. Dari cabang olahraga yang akan ditentukan tersebut, anggar, wushu, pencak silat, biliar dan tenis meja akan diikutkan dalam pertandingan PON hari ini dari babak penyisihan hingga perempat final putra-putri.

Humas PB PON Choirul Risky, dikutip dari sumber yang sama, memastikan jika hari ini, Rabu 12 September 2012, akan ada banyak pertandingan yang diselenggarakan di kota Pekanbaru sementara cabang olahraga air seperti dayung akan diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi sementara cabang pencak silat di Bangkinan Kampar.

Walau banyak mendapat kritikan atas kinerja yang kurang baik, PB PON menanggapinya dengan santai, menurut Choirul Risky lagi, perubahan jadwal seperti ini adalah persoalan teknis biasa yang terjadi di banyak event olahraga dan tidak bernilai serius.

(RN)

Comment di sini