Terisolir, Warga Tanahbelen Baru Lihat Mobil

by
September 12th, 2012 at 11:14 am

Ilustrasi

Larantuka (CiriCara.com) – Di zaman yang sudah modern ini, ternyata ada wilayah yang masih terisolir dan bahkan warganya baru melihat mobil. Padahal Indonesia sudah merdeka selama 67 tahun. Mereka pun menangis dan terharu saat melihat kendaraan bermotor itu.

Seperti dilansir Tribunnews, warga Dusun Tanahbelen, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, ternyata baru melihat mobil pada 8 Agustus 2012 lalu. Ketika melihat besi bermotor itu, sejumlah warga langsung terharu dan menangis bahkan, menciumanya. Miris!

Selama ini Dusun Tanahbelen memang betul-betul terisolir. Untuk menjual hasil pertaniannya saja, warga harus berjalan kaki lebih kurang empat kilometer menyusuri jalan setapak yang kondisinya penuh dengan duri, terjal, dan mendaki untuk sampai di ibukota Desa Lamatutu di Turubean.

Setelah sampai di Turubean, warga masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan truk atau pick-up ke kota. Ongkos yang harus mereka bayar selama menumpang truk itu sebesar Rp 30 ribu.

Sementara ini Pra Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) sedang melakukan perbaikan jalan menuju Tanahbelen yang putus. Selain memperbaiki jalan, TMMD juga akan melakukan penambahan jalur sepanjang satu kilometer dari Tanahbelen menuju Dusun Lewokoli, Desa Aransina.

Menurut Letkol (Inf) Haji R Benny Arifin, pihaknya pada tahun 2011 lalu sudah mengajukan proposal tindak lanjut dari proposal 2006 kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk meminta dukungan dana guna melancarkan kegiatan TMMD dalam membuka isolasi di Tanahbelen.

Saat ini bantuan dana APBD 2012 sudah datang sebesar Rp 650 juta untuk pembukaan jalan baru sepanjang 1,5 Km. Tapi kenyatannya, jalan baru yang dibutuhkan mencapai 3,3 Km ditambah dua deker. Jalan baru itu lebarnya delapan meter dilengkapi parit sepanjang 800 meter.

Jika program TMMD berlanjut dan sukses, suatu saat nanti akses masyarakat yang terisolir akan lebih mudah dan cepat. Pasalnya, saat ini sebagian warga lebih memilih jalur laut dengan tantangan ombak besar. (YG)

Comment di sini