Film “Innocence of Muslims” Picu Krisis di Timur Tengah?

by
September 13th, 2012 at 5:13 pm

Jakarta (CiriCara.com) - Sebuah film pendek yang tersebar di Youtube diperkirakan akan membawa masalah besar. Karena film kontroversi tersebut, kantor perwakilan Amerika Serikat (AS) di Libya diserang hingga menewaskan sang Dubes berserta tiga orang staffnya. Kini, Amerika Serikat tengah mengirim pasukan ke Libya.

Jangan salah, keadilan akan ditegakkan,” ujar presiden Barrack Obama, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Semuanya berawal dari sebuah film. Siapa yang sangka, sebuah film berdurasi kurang dari 30 menit mampu memberi begitu banyak pengaruh nyata terhadap dunia. Film yang menghina Islam serta Nabi Muhammad tersebut telah memicu kemarahan banyak pihak, terutama negara-negara Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam.

Dengan dikirimnya tambahan militer Amerika tersebut, dikhawatirkan akan timbul krisis baru di Timur Tengah. Pemerintah AS memang bereaksi cukup keras dengan tewasnya Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens. Ia dan staffnya tewas terkena roket yang menghantam mobil mereka saat berusaha dievakuasi.

Selain mengirim pasukan ke Libya, mereka juga memperketat keamanan konsulat serta kedutaan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Unjuk rasa terjadi tidak hanya di Libya. Di Kairo dan Mesir, ribuan orang berdemonstrasi di kantor kedutaan dan konsulat AS. Kuat dugaan, aksi demonstrasi terkait film provokatif tersebut diboncengi oleh kaum militan yang sengaja memancing di air keruh.

Sementara itu, sutradara film tersebut, yang diduga bernama Bacile, kini bersembunyi meski ia menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas film yang ia upload ke Youtube sejak satu bulan yang lalu. (dd)

Comment di sini