16 Video Innocence of Muslims Diblokir dari YouTube

by
September 14th, 2012 at 2:00 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Selain dunia internasional, film kontroversial Innocence of Muslims mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan umat Muslim di Indonesia karena film tersebut sangat ofensif terhadap kaum Muslim.

Karena itulah, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bekerjasama dengan pihak Google untuk memblokir film Anti-Islam yang tersebar luas di YouTube. Dilansir dari Tempo.co, Gatot S. Dewa Broto selaku Kepala Humas dan Pusat Informasi Kemenkominfo menyatakan bahwa pemblokiran telah dilakukan sejak pukul 16.30 pada Kamis, 13 September 2012.

“Kami sudah koordinasi secara resmi dengan Google untuk meminta agar YouTube me-remove video itu. Ada 16 video yang sudah berhasil diblokir,”demikian kata Gatot saat dihubungi oleh sumber yang sama.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Kemenkominfo, akhirnya terdapat sekitar 20 video yang masing-masing berdurasi sekitar 14 menit dan tersebar di YouTube terkait penayangan film kontroversial tersebut. Sedangkan sisanya yang belum ditemukan akan terus dikoordinasikan dengan pihak Google.

Menurut Gatot, pemblokiran video yang dilakukan telah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku berdasarkan Pasal 28 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 29 UU ITE. Dengan kedua hukum ini, dasar hukum bagi pemblokiran video sudah sangat kuat.

Sebelum Kemenkominfo mengambil langkah untuk memblokir film yang sangat merendahkan umat Muslim, permintaan mengenai penghapusan video ini sendiri sudah terjadi ratusan kali. Hal ini terjadi sama seperti ketika film Fitna muncul di dunia maya pada tahun 2008 lalu. Salah satu permintaan datang dari Menkopolhukam Djoko Suyanto yang meminta Tifatul Sembiring untuk segera mengambil tindakan.

Film Innocence of Muslims dianggap menghina ajaran agama Islam karena telah merendahkan sosok Nabi Muhammad SAW. Film ini jugalah yang membuat sejumlah besar kalangan umat Muslim di dunia menjadi sangat marah bahkan empat diplomat Amerika tewas mengenaskan karena kantornya yang berada di Benghazi, Libya dibom dengan roket dan dibakar.

Di sisi lain, menurut pengakuan para pemain film yang bermain di film ini, mereka merasa sangat marah dan kecewa karena telah dimanfaatkan dan ditipu oleh produser. Dalam film ini, terdapat dialong yang di-dubbing secara berlebihan bahkan banyak kata-kata kasar yang dimasukkan di tengah-tengah kalimat.

(RN)

Comment di sini