Ini Dia 4 Fakta Kunci Film Innocence of Muslims

by
September 14th, 2012 at 10:56 am

Jakarta (CiriCara.com) – Protes anti-Amerika bergejolak di banyak negara terkait sebuah film yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad. Demonstrasi disertai perusakan dan kekerasan pecah di gedung kedutaan Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah.

Kejadian menggemparkan ini bermula dari sebuah video yang di-upload ke Youtube satu bulan lalu. Film berjudul Innocence of Muslims tersebut memicu kemarahan dan protes sejak beberapa hari terakhir. Bagi Anda yang penasaran dengan “fenomena” Innocence of Muslims, kami berikan empat fakta kunci yang dapat membantu Anda dalam memahami dan mengikuti perkembangan terkait film kontroversial tersebut:

1. Innocence of Muslims

Merupakan sebuah film amatir berdurasi 14 menit yang disebarkan melalui Youtube. Film ini secara terang-terangan menghina Nabi Muhammad. Dalam film tersebut, digambarkan Nabi Muhammad sebagai penipu edan yang suka main perempuan. Gambaran ini didapat dari adanya adegan seks serta kalimat yang menyerukan pembantaian.

Google, sebagai pemilik Youtube, akhirnya memutuskan untuk menghentikan akses menuju film tersebut — meskipun pada akhirnya tetap dapat diakses namun tidak secara keseluruhan.

Film tersebut sebenarnya memiliki durasi dua jam. Beberapa pelaku industri film dan lembaga perizinan di Amerika tidak berhasil mendapatkan film dengan judul “Innocence of Muslims”. Namun, mereka akhirnya mendapati bahwa Innoncence of Muslims terdaftar dengan judul “Desert Warriors” yang diketahui dibuat di Los Angeles tahun 2011.

Sebelum potongan-potongan film Desert Warriors disebar di Youtube dengan sebutan “Muhammad Movie Trailer” dan “The Real Life of Muhammad”, film tersebut sempat tayang dalam waktu singkat di Vine Theater, sebuah rumah film Hollywood yang kini telah memudar.

2. Sang Sutradara

Pihak berwajib Federal Amerika mengatakan bahwa orang yang berada di balik film tersebut adalah pria berusia 55 tahun yang bernama Nakoula Basseley Nakoula. Mereka yakin bahwa Nakoula adalah orang yang saat mengedarkan film tersebut ke Youtube menggunakan nama “Sam Bacile”.

Nakoula merupakan pria asal California, Amerika Serikat, yang telah dihukum karena masalah keuangan di mana pelarangan penggunaan komputer dan internet merupakan bagian dari hukumannya. Menurut dokumen pengadilan, Nakoula memiliki banyak nama samaran di antaranya Nicola Bacily, Robert Bacily and Erwin Salameh.

Saat diwawancara oleh AP, Nakoula mengaku sebagai seorang Yahudi keturunan Israel. Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa ia adalah seorang kristen koptik. Ia juga mengaku sebagai pengusaha real estate namun namanya tidak ada dalam pencarian apa pun terkait bisnis real estate.

3. Demonstrasi

Film tersebut memicu protes keras di kawasan Timur-Tengah. Demonstrasi berlangsung di Yemen, Mesir, Kairo, Iran, Irak, Libya, bahkan di Israel. CNN melaporkan bahwa setidaknya ada 11 negara yang ikut bergejolak terkait Innocence of Muslims. Di Yemen, aksi protes disuarakan dengan teriakan “Death to America” dan “Death to Israel”. Sementara, protes di Israel “hanya” diikuti sekitar 50 demonstran.

Merespons kejadian ini, pemerintah Amerika akhirnya melipatgandakan keamanan kantor kedutaan mereka di negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, termasuk Indonesia.

4. Korban

Dalam demonstrasi anarkis yang berujung bentrok dengan kepolisian, tentu saja korban berjatuhan dalam jumlah banyak. Setidaknya ratusan orang terluka saat bentrok antara demonstran dengan aparat anti huru-hara di beragai negara.

Sementara itu, korban tewas dilaporkan hanya empat orang yang merupakan kedubes Amerika Serikat untuk Libya, Chris Stevens beserta tiga orang staffnya. Mereka tewas terkena serangan roket saat berada di dalam mobil yang hendak menjalankan proses evakuasi.

Berdasarkan jenis senjata yang digunakan, pemerintah AS menduga aksi tersebut merupakan ulah para militan yang memanfaatkan kekacauan.

Fakta menarik lain terkait Innocence of Muslims adalah bahwa pemeran dalam film itu berencana untuk menuntut sang sutradara. Pasalnya, pengambilan gambar dilakukan berdasarkan naskah film “Desert Warriors”. Mereka juga mengaku terkejut dan merasa tertipu ketika film tersebut beredar setelah melalui proses dubbing yang bukan diisi oleh suara mereka. Terlebih, film itu akhirnya menimbulkan korban jiwa dari pihak AS. (dd)

AP

Comment di sini