Demo Film Anti-Islam Berujung Sweeping KFC dan MC Donald

by
September 17th, 2012 at 3:31 pm

Solo (CiriCara.com) – Penolakan film anti-Islam, “Innocence of Muslims” juga terjadi di Solo. Ratusan massa Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Solo, Jawa Tengah berdemo dan setelah melakukan aksi sweeping ke restaurant cepat saji.

Awalnya, aksi unjuk rasa itu berlangsung tertib. Perwakilan massa satu per satu menyampaikan orasinya yang menyatakan bahwa mereka mengutuk Amerika Serikat karena telah memproduksi film yang menghina Islam tersebut. Aksi ini berlangsung di Bundaran Gladak, ujung timur jalan Slamet Riyadi.

Sambil dikawal aparat kepolisian dari Polresta Solo, ratusan massa itu kemudian mulai berjalan ke arah barat. Terdengar seruan untuk melakukan aksi sweeping untuk restorant Amerika. “Ayo kita sweeping restoran Amerika,” teriak salah satu massa.

Ternyata, mereka menyerbu dua restoran cepat saji, KFC dan Mc Donald. Dua restoran tersebut terletak di Singosaren di jalan Dr Radjiman dan Gatot Subroto. Dua restorant tersebut menjadi sasaran massa karena dianggap berbau Amerika.

Kedatangan massa JAT yang tiba-tiba, membuat para pengunjung restoran panik dan berhamburan keluar. Pasalnya, massa JAT itu sempat berteriak-teriak dan membuat pengunjung restoran ketakutan.

“Sangat menakutkan. Tiba-tiba banyak orang masuk ke dalam sambil berteriak-teriak. Mereka membuat keributan. Saya sampai gemetaran,” turu Diana, pengunjung KFC seperti dikutip Tribunnews, Minggu (16/9/2012) kemarin.

Bahkan, ada seorang pengunjung restoran yang menjadi amuk massa. Pria berambut pirang dipukuli dan ditendang karena bersenggolan dengan massa saat hendak meninggalkan restoran. Massa juga menempelkan berbagai poster kecaman terhadap Amerika di restoran tersebut.

Massa mengklaim, aksi sweeping tersebut bukan merupakan tindakan arogan. “Ini adalah bentuk penentangan terhadap Amerika yang telah menghina umat Islam,” teriak massa yang disambut kalimat takbir.

Pimpinan JAT Solo, Muh Sholeh Ibrahim menilai film Innocence of Muslims trsebut sudah menghina Islam dan melukai umat Muslim. “Film karya Sam Bacile itu sangat melukai Islam karena melecehkan Nabi Muhammad,” katanya.

Sholeh menjelaskan, pihak JAT telah mengajukan tiga tuntutan kepada pemerintah. Pertama, JAT mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika. Kedua, pemerintah Indonesia harus segera memulangkan Dubes Amerika dari Indonesia.

Tuntutan JAT yang terakhir adalah pemerintah Indonesia harus segera memblokir peredaran film Innocence of Muslims dari internet. Pasalnya film tersebut merupakan pelanggaran rasis dan bersifat provokatif.

(YG)

Comment di sini