Sam Bacile, Sutradara Film Anti-Islam Ditangkap Polisi

by
September 17th, 2012 at 4:18 pm

Guardian

Washington (CiriCara.com) Sam Bacile atau Nakoula Basseley Nakoula, pembuat film Anti-Islam, Innocence of Muslims yang menggemparkan dunia ditangkap oleh pihak kepolisian dari rumahnya di kawasan Cerritos, California selatan pada Sabtu 15 September 2012 waktu setempat.

Ketika ditangkap, pria ini mengenakan mantel, topi, syal dan juga kacamata, seperti yang diberitakan oleh Republika.co.id. Selanjutnya menurut polisi, Bacile atau Nakoula ini akan menjalani pemeriksaan polisi karena film buatannya telah memicu aksi protes dan kemarahan umat Muslim di penjuru dunia. Saat dilakukan penangkapan, Bacile tidak melakukan perlawanan.

Bacile ditangkap polisi bukan untuk sekali ini saja. Pada tahun 2009, dia terbukti bersalah dalam kasus penipuan bank dan pemalsuan rekening sehingga ia harus mendekam di penjara. Pada tahun 2007, pria ini juga pernah dipenjara karena kasus kepemilikan narkoba.

Tahun lalu, Bacile dibebaskan dari penjara dengan syarat dilarang mengakses komputer dan internet selama lima tahun. Namun setelah menjalani masa bebas bersyarat, seminggu setelahnya, Bacile membuat film kontroversial tersebut.

Jika terbukti melanggar masa percobaan ini maka Bacile atau Nakoula bisa dibebani hukuman penjara yang lebih berat. Bacile sendiri adalah seorang pemeluk ajaran Kristen Koptik yang berasal dari Mesir. Secara keseluruhan lokasi pembuatan film Innocence of Muslims itu sendir berada di area lembaga nirlaba di kota kecil Duarte, Los Angeles.

Film yang berdurasi sekitar 14 menit ini menuai kecaman dari umat Muslim karena telah menghina sosok Nabi Muhammad SAW. Para aktris dan aktor yang berperan di dalamnya merasa tertipu karena sebelumnya Bacile mengatakan bahwa film yang dibuatnya tidak mengandung unsur Islam, namun pada akhirnya dengan dubbing yang dilebih-lebihkan oleh sutradara, film ini terkesan sangat menghina dan merendahkan umat Islam.

Karena kelakuan Bacile atau Nakoula, banyak korban telah berjatuhan termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya beserta tiga staffnya yang terkena serangan granat oleh kelompok tertentu di daerah tersebut. (RN)

Comment di sini