Duh! Arena PON Jadi Ajang ‘Perang Dukun’?

by
September 18th, 2012 at 8:59 am

Ilustrasi

Riau (CiriCara.com) – Kompetisi dalam bidang olahraga biasanya identik dengan kekuatan fisik, strategi, dan mental yang kuat. Namun berbeda di Indonesia, khususnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, Pekanbaru, Riau 2012. Pasalnya, kekuatan mistis pun ikut ambil peran dalam kompetisi tahunan ini.

Seperti yang dilansir Tribunnews, ada seorang sumber yang menuturkan bahwa saat PON berlangsung, sudah terjadi beberapa kejadian aneh. Sejumlah kontingen mengalami hal aneh yang tidak bisa dimengerti dengan logika.

Menurut sumber yang dirahasiakan identitasnya itu, kejadian aneh terjadi hampir disemua cabang olahraga yang dipertandingkan di beberapa venue. Kejadian aneh ini semakin marak menjelang babak perempat final, hingga babak final.

Salah satunya yang terjadi di pertandingan cabang olahraga dayung dan ski air. Saat hendak bertanding, tiba-tiba saja cuaca yang tadinya panas dan terik berubah secara drastis. Angin kencang berhembus dan gelombang air tiba-tiba naik. Jelas ini sangat mengganggu atlet yang akan bertanding.

Nara sumber tersebut menuturkan bahwa di bawah matras timnya ditemukan ada benda aneh yang ada kaitannya dengan ‘orang pintar’ atau dukun. “Saat matras dibuka dibawanya penuh kembang sesajian. Ada pula atlet renang yang saat start tidak terjun ke air tapi hanya bisa termenung di atas,” jelasnya

Hal aneh juga terjadi di cabang olahraga dayung, di mana atlet Kepri yang tadinya sehat bugar tiba-tiba pingsan menjelang 5 meter menuju garis finish. Padahal, saat itu tim dayung Kepri sudah memimpin di posisi pertama.

Akibatnya, kecepatan tim dayung dragon boat Kepri pun berkurang. Laju boatnya pun tak tentu arah seperti ular, semangat para atlet pun menurun.

Selain menimpa kontingen dari Kepri, hal yang sama juga terjadi pada kontingen Kalimantan Selatan. Tim dari kontingen Kalimantan Selatan mengalami gangguan saat bertanding. “Namun mereka memiliki penangkalnya, jadi atletnya tidak jadi masalah,” ujar sumber tersebut.

Kontingen Kalimantan Selatan menyarankan pihak kontingen Kepri untuk mencari ‘orang pintar’ juga. Namun Ketua KONI Kepri, Nur Syafriadi menolaknya. “Kita tidak akan melakukan hal yang sama, kita hanya berserah diri kepada Allah SWT saja,” ungkap Nur kepada Tribunnews, Senin (17/9/2012) kemarin.

Nur sendiri membenarkan bahwa di PON XVIII Riau ini ada praktek perdukunan. Apalagi, lanjutnya, di daerah pedalaman Riau seperti daerah Kuantan Singingi masih banyak orang yang percaya dan menggunakan bantuan dukun untuk memenangkan perlombaan.

(YG)

Comment di sini