Jokowi-Foke Diduga Manipulasi Dana Kampanye

by
September 18th, 2012 at 1:53 pm

Skalanews

Jakarta (CiriCara.com) – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan diselenggarakan pada Kamis, 20 September 2012 diklaim telah ditangani dengan baik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Namun menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), KPU dan Panwaslu masih belum maksimal dalam menangani soal laporan pelanggaran batasan sumbangan dana kampanye dalam pemilihan Gubernur Jakarta.

Dilansir dari Tempo.co, ICW mengatakan telah terjadi banyak sumbangan tidak jelas ke KPU dan Panwaslu yang belum ditindaklanjuti sama sekali sampai sekarang.

“Akibat lemahnya tindak lanjut dari penyelenggara pemilu, kerja pengawasan pun belum maksimal,”ujar Ade Irawan, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 17 September 2012 dikutip dari Tempo.co.

ICW pernah melaporkan manipulasi data kampanye yang dilakukan kedua pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) ke KPU Jakarta, Fauzi – Nachrowi dan Jokowi – Basuki. Hal yang dilaporkan berkaitan dengan selisih dana penggunaan biaya iklan dan belanja aktual di lapangan.

Pasangan Fauzi- Nara dituduh telah memanipulasi laporan dengan penghapusan dana sebesar Rp. 3,4 miliar untuk biaya iklan dari laporan mereka.

“Mereka laporkan ke KPUD pengeluaran dana kampanye sebesar Rp 10,4 miliar, namun belanja aktualnya Rp 13,8 miliar,” ujar Ade Irawan kepada sumber yang sama. Menurut Ade lagi, biaya aktual ini dihitung dari penelusuran KPU atas biaya iklan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah dan lembaga rating Nielsen.

Sementara itu pihak pasangan Jokowi-Basuki, manipulasi dana tercatat lebih besar karena terdapat selisih sekitar Rp. 5,1 miliar. Secara audit, pasangan ini hanya melaporkan Rp 517 juta untuk biaya iklan, sedangkan di lapangan, biaya iklan mencapai miliaran. Biaya ini didasarkan atas biaya kampanye dengan beberapa tokoh seperti Prabowo di berbagai media. Menurut Ade, keikutsertaan Prabowo ini seharusnya dilaporkan.

Namun saat dikonfirmasi, Sumarmo selaku Ketua Pokja Kampanye KPU DKI Jakarta mengaku belum mendapat info mengenai manipulasi dana ini. (RN)

[colorvote id="4" style="wpcvp-poll"]

Comment di sini