Hasil Pilkada DKI Jakarta Putaran ke-2, Jokowi-Ahok Dipastikan Unggul

by
September 20th, 2012 at 10:10 am

Jakarta (CiriCara.com) - Hasil pilkada DKI Jakarta 2012 putaran ke-2 secara resmi akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun sejumlah lembaga telah siap dengan metode quick count atau hitung cepat yang biasanya menjadi barometer hasil resmi dari KPU. Kompas dan Metro TV termasuk instansi yang akan menayangkan hasil quick count yang diperoleh dari hampir 7 juta tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh DKI Jakarta.

Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran ke-2 yang diselenggarakan pada 20 September 2012 menjadi ajang penentuan bagi dua pasang cagub-cawagub yang berhasil maju setelah lolos dari putaran 1. Pasangan pertama, Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli atau yang biasa disebut Foke – Nara meraih suara sebanyak 1.476.648. Sedangkan pasangan kedua adalah Joko Widodo – Basuki T. Purnama atau akrab disapa Jokowi – Basuki yang mendapatkan suara terbanyak yakni 1.847.157 suara.

Kampanye Pemilu DKI Jakarta 2012 putaran ke-2 yang digelar singkat tidak membuat tim sukses kedua pasangan bermalas-malasan. Di sosial media, tim sukses Jokowi-Ahok lebih populer dan solid ketimbang tim sukses Foke-Nara. Pos relawan Jokowi-Ahok di media sosial terbentuk, Jasmev namanya. Jasmev merupakan singkatan dari “Jokowi-Ahok Social Media Volunteers”.

Dari situs mereka, diketahui bahwa salah satu tujuan pembentukan Jasmev adalah “mengundang para relawan untuk ikut mendukung kampanye ‘Jakarta Baru’ dengan menggunakan handphone, komputer atau perangkat komunikasi lainnya.” Dengan adanya Jasmev, opini yang terbentuk di media sosial soal Jokowi-Ahok semakin bagus. Terbukti Politicawave -lembaga analisis percakapan politik di media sosial- yang memantau popularitas Foke-Nara dan Jokowi-Ahok selalu menempatkan “pasangan kotak-kotak” di atas “pasangan berkumis”. Politicawave menyebut pasangan Jokowi-Ahok unggul atas pasangan Foke-Nara dengan meraih share of exposure sebesar 54,9 persen selama 12 Juli-12 September 2012.

Tim sukses Foke-Nara sendiri terkesan tidak terlalu menggarap pasar media sosial. Ada beberapa akun Twitter dari tim sukses ini yang rajin mengeluaran kicauan yang menguntungkan Foke sebagai petahana. Namun tak jarang juga kicauan tersebut menjadi blunder sebab aktivis Jokowi-Ahok bisa dibilang lebih banyak ketimbang pendukung Foke. Dampaknya, dukungan untuk Foke acap dimentahkan oleh kicauan-kicauan pendukung Jokowi yang sering menyerang secara berkelompok.

Dari pemberitaan Tempo.co, jaringan pendukung Foke-Nara terpusat pada akun Twitter anonim @TrioMacan2000. Akun kontroversial yang sering berkicau tentang dugaan dan fakta praktik korupsi yang dilakukan oleh para pejabat ini menjadi penghubung antara satu pendukung Foke-Nara dengan yang lainnya di media sosial, terutama Twitter. @TrioMacan2000 sendiri rajin menyuarakan ajakan untuk memilih pasangan Foke-Nara di putaran ke-2 ini. Tetapi banyak followers yang menganggap aksi tersebut aneh sebab pada putaran pertama ia kerap menyerang pasangan Foke-Nara dan lebih mengunggulkan Jokowi-Ahok. Ketika ditanya tentang hal ini, ia menjawab bahwa informasi terkait Jokowi-Ahok baru mereka dapatkan setelah Pemilu putaran 1 berakhir.

Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran ke-2 sendiri diwarnai beragam aksi tercela seperti pembagian selebaran gelap yang menyudutkan salah satu pasangan. Bermacam-macam dugaan pun keluar terkait kebakaran yang terjadi di sejumlah tempat di Jakarta selama akhir bulan puasa 2012. Banyak yang mengaitkan kebakaran tersebut dengan usaha untuk meraih suara pada Pilkada putaran ke-2. Terlebih lagi muncul video yang menampilkan salah satu calon cagub yang dinilai melakukan tindakan tidak simpatik ketika mengunjungi korban kebakaran.

Isu SARA juga menjadi masalah serius. Di putaran pertama masalah SARA didengungkan semasa kampanye, sebagian besar lewat kampanye hitam. Alih-alih menghilang, isu SARA kembali muncul, bahkan semakin sering terdengar saat menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2. Namun isu SARA dianggap tidak laku dipergunakan di tengah masyarakat Jakarta yang dipandang kian kritis dan cerdas dalam menyikapi persoalan. Raihan suara masih sulit ditentukan karena kedua pasangan dianggap sama kuat meskipun Jokowi-Ahok lebih difavoritkan di media sosial.

Hasil quick count dari Kompas rencananya akan ditayangkan pada pukul 13.00 WIB setelah proses pemungutan suara berakhir. Sementara itu TV One dan Metro TV sedianya akan menginformasikan hasil quick count pada jam 11.30 WIB. Penayangan hasil quick count tidak dilarang, namun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau media massa baik radio maupun televisi untuk menayangkannya setelah TPS ditutup. Aturan ini mengacu pada surat edaran KPU DKI Jakarta tentang publikasi hasil Pemilukada DKI Jakarta dan pasal 50 Pedoman Perilaku Penyiaran dan pasal 71 Standar Program Siaran tentang Pemilu/Pemilukada.

Bagaimana hasil Pilkada DKI Jakarta Putaran ke-2?

[UPDATE]

- Untuk sementara (pukul 13.35 WIB) hasil quick count Pilkada DKI Jakarta Putaran ke-2 dari Kompas menempatkan Jokowi-Ahok dengan raihan suara 79,36 %, jauh mengungguli Foke-Nara yang meraih 20,64 %. Sampel yang masuk baru berjumlah 3 dari 200 sampel yang direncanakan. Jumlah suara sah adalah 45,64%, sedangkan suara tidak sah berjumlah 0,23%. Jumlah suara yang tidak digunakan amat tinggi, mencapai 54,13%.

- Pukul 13.46 WIB, hasil quick count dari Kompas berubah drastis. Foke-Nara meraih 42,92%, sedangkan Jokowi-Ahok mendapatkan 57,08% suara. Sampel yang masuk berjumlah 6, dengan jumlah suara sah 56,06% , suara tidak sah 0,55%, dan 43,39% suara tidak digunakan.

- Pukul 13.56 WIB, Kompas merilis hasil quick count dengan Jokowi-Ahok masih memimpin perolehan suara 56,08%. Foke-Nara meraih 43,92%, dengan sampel yang masuk berjumlah 71. Suara sah berjumlah 45,64%, suara tidak sah 0,23%, dan 54,13% suara tidak digunakan.

-  Pukul 14. 15 WIB128 sampel telah masuk. Jokowi-Ahok masih unggul atas Foke-Nara, 54,91% melawan 45,09% suara. Sebanyak 63,14% suara yang masuk sah, 1,05% suara tidak sah, dan suara yang tidak digunakan berjumlah 35,81%.

- Pukul 14.30 WIB, sampel TPS semakin mendekati angka 200 di Kompas. Dari 176  sampel masuk, Jokowi-Ahok mendapatkan 53,62% suara, sedangkan Foke-Nara meraup 46,38% suara. Jumlah suara sah adalah 64,2%, suara tidak sah 1,06%, dan suara yang tidak digunakan 34,75%.

- Pukul 14. 42 WIB189 sampel TPS telah masuk. Jokowi-Ahok belum tergoyahkan dari singgasana dengan perolehan 53,32%, unggul tipis dari Foke-Nara yang memperoleh 46,68%. Jumlah suara yang sah yaitu 64,44%, suara tidak sah 1,06%, dan suara yang tidak digunakan mencapai 34,5%.

- Pukul 15.28 WIB, seluruh sampel telah masuk. Jokowi-Ahok bertahan di atas Foke-Nara dengan raihan 52,97%. Foke-Nara meraih 47,03%. Selisih yang amat tipis, hanya sekitar 5 persen. Suara yang sah 64,45%, suara yang tidak sah 1,07%, dan suara yang tidak digunakan 34,48%.

Dengan demikian, pasangan Jokowi-Ahok berhasil unggul atas pesaingnya Foke-Nara. Keunggulan tipis Jokowi-Ahok sudah diprediksi sebelumnya karena kedua pasangan memang bersaing dengan amat ketat. Namun angka suara yang tidak dipergunakan masih tinggi, yakni 34,48%. Pada Pemilu DKI Jakarta 2012 putaran 1, angkanya mencapai  37,05%.

Suasana di pos pemenangan Jokowi-Ahok di Jl. Borobobur, Jakarta Pusat, amat ramai setelah hasil quick count keluar. Sebaliknya, pos pemenangan Foke-Nara yang terletak tak jauh dari pos kotak-kotak terlihat sepi. Suasana kota Jakarta masih tampak  lengang karena hari ini sebagian besar kantor dan sekolah diliburkan. (hp)