Pilkada DKI: 4 Modus Kecurangan yang Wajib Dilaporkan

by
September 20th, 2012 at 11:11 am

Jakarta (CiriCara.com) - Pada Selasa, 18 September 2012, yang lalu Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Wahyudinata mengungkapkan beberapa modus kecurangan yang kerap dilakukan selama proses Pilkada. Masyarakat diharapkan waspada dan turut berpartisipasi dalam proses penentuan masa depan Jakarta ini.

Setidaknya ada 4 modus yang dilakukan, antara lain:

 

1. Pengarahan

Pemilih biasanya diarahkan untuk memilih salah satu pasangan cagub-cawagub secara halus. Bisa lewat pemberian sembako, uang, dan hadiah-hadiah lainnya. Biasanya pengarahan dilakukan secara halus lewat pertemuan-pertemuan seperti seminar, penyuluhan, arisan, dan pertemuan-pertemuan lainnya.

2. Pengaruh

Aksi mempengaruhi biasa dilakukan oleh seseorang yang dianggap sebagai tokoh, misalnya ketua perkumpulan. Namun, pengaruh bisa disebarkan selama masih berada di dalam batasan koridor aturan Pemilu.

3. Intimidasi

Intimidasi biasanya dilakukan oleh orang/kelompok dengan mengeluarkan ancaman. Misalnya, seorang warga dipaksa untuk memilih salah satu calon tertentu, apabila tidak maka tak akan diberi kartu berobat gratis.

4. Dokumentasi

Kecurangan berupa dokumentasi kertas suara yang telah dicoblos juga patut diwaspadai. Panitia TPS biasanya telah mengeluarkan larangan bagi pemilih untuk membawa ponsel ke dalam bilik, namun pelanggaran tak jarang dilakukan karena iming-iming uang dari hasil coblosan yang dilakukan dengan bukti berupa foto.

Selain keempat kecurangan tersebut, ada pula kecurangan-kecurangan lain seperti menghalangi pemilih untuk menggunakan hak suara. Masyarakat Jakarta sebagai pemegang saham terbesar Ibukota wajib mengawasi jalannya Pilkada DKI Jakarta Putaran ke-2. Bagi yang menemukan adanya pelanggaran di Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2, bisa melaporkannya ke pihak terkait dalam hal ini Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu).

Sebelum Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, M. Jufri selaku anggota Panwaslu mengatakan warga bisa melaporkan pelanggaran Pilkada ke pos-pos yang telah disediakan, termasuk langsung datang ke Gedung Prasada Sasana Karya, Jl. Suryopranoto no. 8, Jakarta Pusat. Selain itu, Panwaslu juga membuka pengaduan lewat pesan singkat (SMS) yang bisa dikirimkan ke nomor 08124283156. (hp)

Comment di sini