Pilkada DKI: Aksi Bagi Duit di Kebayoran Lama Demi Foke

by
September 20th, 2012 at 4:08 pm

Ilustrasi

Jakarta (CiriCara.com) – Walaupun diklaim sebagai ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bebas dari politik uang, namun prakteknya masih ada banyak kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu.

Penyebaran amplop berisi uang ini terindikasi di kawasan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di kawasan ini, beberapa warga mengakui telah menerima uang sebesar Rp. 150.000 per orang untuk memilih pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang dilakukan hari ini, Kamis 20 September 2012.

Diberitakan oleh Beritasatu.com, seorang warga membenarkan peristiwa tersebut.

“Semalam dapat kabar kalau Pak Haji Moko bagi-bagi duit. Saya sendiri ditelepon orang rumah untuk segera datang ke rumahnya. Jam 10 malam saya sampai sana lalu dikasih duit Rp150.000,00. Saya sekeluarga ambil (duit itu) semua, kami total dapat Rp600.000,00 jadinya. Tadinya Pak Haji Moko cuma mau bagi-bagi itu ke warga RT 1 sama RT 12, tapi karena ramai semua pada tahu, akhirnya semua pada nyerbu ke situ,” ujar salah seorang warga setempat pada Kamis, 20 September 2012 .

Menurut sumber yang sama, Pak Haji Moko juga menitip pesan kepada warga untuk memilih pasangan Cagub-Cawagub dengan nomor urut pertama yaitu Foke – Nara. Karena telah mendapat uang, warga tersebut berencana untuk mencoblos gambar dengan pasangan urut 1.

“Saya milih yang bagi duitlah. Kita enggak munafik, sudah dibagi dana, masa kita bohongi,” kata perempuan yang merupakan tetangga Haji Moko tersebut.

Aksi yang sama juga ditemukan pada Pilkada DKI putaran pertama kemarin. Menurut pengakuan warga, mereka sempat diberi amplop berisi uang sebesar Rp. 50.000 dengan janji akan ditambah jika Foke dan Nara menang pada putaran pertama.

Dilansir dari sumber yang sama, Haji Moko memang terkenal memiliki hubungan yang dekat dengan Foke dan menjadi salah satu tim pemenangan Foke-Nara. Namun tidak semua yang mendapat ‘rejeki’ berupa uang tersebut memilih pasangan Foke-Nara. Seorang muda berinisial A misalnya, lebih memilih Jokowi walaupun ia juga mendapat uang dari Haji Moko.

“Saya tetap nyoblosnya Jokowi. Soalnya dia jujur orangnya,” katanya.

Namun ketika dikonfirmasi ulang, Haji Moko enggan menyebutkan kebenaran kabar tersebut dan menyerahkannya kepada Nachrowi, tokoh masyarakat setempat. Nachrowi menyangkalnya namun tetap optimis atas kemenangan Foke-Nara pada Pilkada DKI putaran kedua ini. (RN)

Comment di sini