Pilkada DKI: Jokowi-Ahok Ternyata Punya Tim Pemenangan Rahasia

by
September 20th, 2012 at 9:03 am

Kompas

Jakarta (CiriCara.com) – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang dilangsungkan hari ini, 20 September 2012, menjadi salah satu bukti bahwa warga Jakarta menginginkan perubahan.

Untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang mungkin terjadi pada saat pencoblosan nanti, pasangan Jokowi – Basuki dikawal oleh ‘Tim Rahasia’. Ditulis oleh Kompas.com, tim ini bergerak secara rahasia dan terorganisir rapi, memetakan kekuatan lawan, menerobos lumbung-lumbung suara hingga lapisan terbawah, mengelola media-media sosial, termasuk melakukan perang di dunia maya dengan pendukung lawan.

“Ini kami yang selama ini boleh dikatakan hanya bergerak di bawah tanah. Tim ini sebenarnya sudah dibentuk dan mulai bergerak sejak pendaftaran pasangan calon pada bulan Maret lalu,” ungkap Hasan Nasbi, Koordinator Tim Relawan Jokowi-Basuki, di Pusat Data Tim JB, Menara 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan pada hari Rabu, 19 September 2012 kepada sumber yang sama.

Karena bergerak secara diam-diam, tim rahasia Jokowi-Basuki tidak banyak terdengar kiprahnya. Tim yang telah dilatih dengan intens selama 3,5 bulan ini baru diperkenalkan kepada publik kemarin oleh Hasan Nasbi.

Anggota tim ini terdiri dari anak-anak muda yang bekerja dengan berbagai perangkat teknologi. Sebanyak 150 anak muda duduk di depan 150 laptop sambil mengawasi lalu lintas informasi dengan 45.000 relawan lain yang berada di lapangan.

Hasan menegaskan jika mereka adalah Operator Data Center yang setiap orangnya bertugas untuk memonitor dan berkomunikasi dengan 300 orang relawan lapangan. Nantinya, data center akan beroperasi selama 24 jam mulai H-3 hingga H+3 Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Tim inilah yang akan mengawasi pelaksanaan pencoblosan hingga proses penghitungan suara agar tidak terjadi kecurangan.

Di samping itu, Menurut Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadly Zon kepada sumber yang sama, tim rahasia Jokowi-Basuki juga bertugas menjamin penyaluran hak konstitusi setiap warga Jakarta agar tidak terbelenggu oleh kepentingan tertentu. (RN)

[colorvote id="4" style="wpcvp-poll"]