CiriCara: 5 Cara Mengatasi Suami Pemarah

by
September 25th, 2012 at 3:42 pm

Wolipop

CiriCara.com – Kehidupan rumah tangga tentunya berbeda-beda pada setiap saat. Terkadang ada suasana yang menyenangkan dan menyedihkan. Suasana yang menyedihkan biasanya terjadi karena adanya pertengkaran antar anggota keluarga. Misalnya sang ayah marah kepada anaknya karena tidak mau disuruh mandi. Namun, hal yang mengerikan adalah ketika suami marah kepada Anda.

Seorang suami terkadang mengutarakan emosinya dengan cara berbicara keras atau ada yang sampai memukul. Hal tersebut akan jadi memanas bila sang istri juga ikut emosi kepadanya. Sebenarnya ada cara ampuh untuk mengatasi sang suami yang pemarah. Untuk itu, simak tips berikut ini:

1. Sering berkomunikasi dengannya

Salah satu faktor yang mungkin menyebabkan suami Anda menjadi pemarah adalah kurangnya komunikasi antara Anda dan pasangan. Sang suami tidak akan pemarah asalkan Anda transparan dengannya dalam membina rumah tangga.

2. Bersabar dan mengalah

Jika suami Anda pemarah, maka bukan berarti sang istri juga harus menjadi seorang yang pemarah. Ketika pasangan Anda sedang marah, ada baiknya Anda bersikap sabar dan mengalah saja sampai kemarahannya reda. Bila Anda ikut beradu argumen dengannya, maka pertengkaran akan semakin memanas.

3. Memahami perasaan suami

Sebagai istri, cobalah memahami perasaan suami Anda. Mungkin saja dia menjadi pemarah karena ada alasan-alasan tertentu, seperti kelelahan bekerja atau masalah lainnya. Cobalah menawarkan diri untuk membantu mengatasi permasalahan yang sedang dialaminya.

4. Ciptakan suasana yang menyenangkan di rumah

Agar suami Anda tidak selalu marah-marah, ciptakanlah suasana keluarga yang menyenangkan. Ajaklah anggota keluarga untuk pergi berlibur beberapa hari agar suasana harmonis dalam keluarga dapat terjalin dan suami dapat merasa nyaman.

5. Lebih baik diam

Diam merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan saat suami sedang marah. Sebaiknya Anda jangan ikut berbicara ketika sang suami marah. Percuma saja jika Anda mendebatnya karenaa dapat membuatnya semakin emosi karena merasa ditantang.

Ada satu hal positif tang dapat Anda ambil jika memiliki suami pemarah, yaitu sifat itu akan membuatnya selalu jujur dan terus terang mengenai apa yang disukai dan tidak disukai. Namun, cara yang digunakan cenderung frontal sehingga terkesan kasar.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat menganggap hal ini sebagai kritikan saja. Perlu diketahui juga bahwa pertengkaran dalam rumah tangga sebaiknya diminimalisir. Tujuannya adalah agar tidak membuat anak Anda stres berada di rumah dan selalu menciptakan suasana lingkungan keluarga yang harmonis. (NR)