CiriCara: 5 Cara Cegah Tawuran Antarpelajar

by
September 28th, 2012 at 1:10 pm

CiriCara.com – Akhir-akhir ini sering terjadi tawuran antarpelajar, namun yang masih menjadi sorotan media yaitu tawuran pelajar yang terjadi antara SMAN 6 dengan SMA 70 Jakarta Selatan yang menewaskan 1 orang dan 2 lainnya mengalami luka-luka. Belum reda berita tawuran tersebut, namun publik dihebohkan kembali dengan tawuran yang terjadi di Jalan Minagkabau, Jakarta Selatan, arah ke Pasaraya Manggarai, Rabu (26/9/2012) yang mengakibatkan 1 orang tewas.

Publik tentunya bertanya-tanya mengapa tawuran antarpelajar di Jakarta sering terjadi lagi? Sebenarnya ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan dari pihak sekolah maupun orangtua. Berikut 5 cara pencegahannya:

1. Membuat peraturan sekolah yang tegas

Semua sekolah harus membuat peraturan yang bisa membuat para siswa dan siswinya takut untuk melanggarnya. Namun, peraturan tersebut jangan hanya dibuat saja, tapi harus diterapkan benar-benar di sekolah agar mereka bisa disiplin dan memiliki kepribadian yang baik. Peraturan tersebut, seperti mengeluarkan siswa bila terlibat dalam tawuran, memberikan sanksi bila siswa membawa senjata tajam untuk tawuran, dan lain sebagainya.

2. Memberikan pendidikan anti tawuran

Para pelajar harus diberikan pemahaman mengenai tata cara menghancurkan akar-akar penyebab tawuran dengan melakukan tindakan-tindakan tanpa kekerasan. Ajarkan mereka agar selalu berperilaku sopan dan melaporkan kepada pihak sekolah mengenai rencana pelaja-pelajar yang nakal untuk membuat onar dengan sekolah lain. Terapkan kepada mereka bahwa jika diserang, lebih baik untuk mengalah dan tidak melakukan balasan, kecuali terpaksa. Selain itu, ajarkan mereka juga untuk memulai melakukan hal-hal positif, seperti ngeblog di internet, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan hal positif lainnya.

3. Mengadakan kolaborasi belajar antar sekolah

Mengadakan kolaborasi belajar antar sekolah juga harus diterapkan oleh sekolah-sekolah yang ada pada saat ini. Buatlah kegiatan belajar gabungan antar sekolah yang berdekatan agar mereka saling mengenal satu sama lain. Kegiatan belajar di sini bukan hanya untuk belajar yang formal saja, tapi juga bisa dilakukan dengan pentas bersama dalam satu acara musik. Dengan begitu, hubungan yang baik akan tercipta dan bila terjadi masalah akan bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik juga.

4. Memperpanjang jam ekstakurikuler

Seperti yang dilansir Tribunnews.com, Sugianto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah mengatakan bahwa penyebab terjadinya tawuran pelajar adalah energi para siswa yang tidak disalurkan dengan positif. Oleh sebab itu, perlunya perpanjangan waktu ekstrakurikuler agar mereka bisa menyalurkan bakatnya dan memanfaatkan waktu lebih banyak di sekolah. Setiap pelajar diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Setiap ekstrakurikuler biasanya akan mengikuti kompetisi dengan sekolah lain dan hal ini bisa menciptakan hubungan yang baik juga antar pelajar.

5. Menerapkan ajaran agama di sekolah

Pelajaran agama bukan hanya ada pada jam pelajaran saja, tetapi pihak sekolah juga harus menambah waktu untuk membaca kitab suci dari masing-masing agama. Cara ini bisa dilakukan sebelum memulai jam pelajaran di sekolah dan wajibkan para pelajar untuk membawa kitab sucinya masing-masing. Setiap guru harus memantau setiap kelas dan menghukum siswa bila tidak membawa ayat sucinya. Tujuannya adalah agar para pelajar memiliki batin atau jiwa yang lebih tenang.

Selain lima cara tersebut, para orangtua juga harus memantau kegiatan apa saja yang dilakukan si anak. Ciptakan kehidupan keluarga yang harmonis agar sang anak selalu merasakan bahagia karena mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Dengan begitu, energi mereka akan tersalurkan dengan melakukan hal-hal yang positif dan memiliki kepribadian yang baik. (NR)

Comment di sini