FR Mengaku Menemukan Celurit di Lokasi Tawuran

by
September 28th, 2012 at 4:31 pm


Jakarta (CiriCara.com)
– Seperti yang diketahui, Alawy Yusianto Putra tewas akibat luka bacok di bagian dada karena terkena sabetan celurit. Lalu, dari mana tersangka pembacokan menemukan celurit tersebut?

Nazarudin Lubis, pengacara Fitrah Rahmadani (FR) terduga pelaku pembacokan Alawy menuturkan bahwa senjata tajam tersebut tidak dibawa dari rumah, melainkan ditemukan di lokasi kejadian. Artinya pidana 338 tidak bisa diberikan pada FR.

“Itu (celurit) tidak dibawa dari rumah, melainkan ditemukan. Dia hanya ambil yang ada saja, mungkin kalau ada batu dia akan ambil batu, sehingga saya melihat unsur pidana 338 sangat sedikit sekali,” kata Nazarudin di Polres Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2012).

Hari ini, FR siswa SMAN 70 Jakarta kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Jakarta Selatan. FR diancam dengan pasal berlapis, pasal 170, 351, dan 338, dan masih diduga sebagai pelaku.

Nazarudin menuturkan, kesehatan kliennya saat ini masih normal. FR juga diklaim sangat kooperatif dengan pihak kepolisian. FR juga sudah mengaku menyesal telah terlibat dalam tawuran berdarah di Bulungan, Jakarta Selatan itu.

Nazarudin juga menampik tudingan bahwa FR berniat kabur ke luar negeri. Menurut Nazarudin, FR hanya berniat untuk menenangkan diri di tempat lain bukan di luar negeri. Itulah sebabnya FR pergi dari Jakarta menuju ke Yogyakarta.

“Tidak benar dia melarikan diri, tapi memang dia tidak cerita dengan keluarga. Tidak ada cerita dia mau lari ke Singapura, hanya menenangkan diri ke Yogyakarta, karena sebagai anak usia 19 tahun, dia ketakutan,” jelas Nazarudin seperti dikutip Republika.

Sebelumnya, Fitrah Rahmadani (FR) alias Doyok, siswa SMA 70 Jakarta menjadi buronan polisi selama 3 hari. FR diduga kuat telah membacok Alawy dalam tawuran SMA 6 vs SMA 70, Senin (24/9/2012) lalu. Namun, akhirnya dia tertangkap di Yogyakarta di sebuah rumah kos.

(YG)

Comment di sini