Anwar Congo Merasa Ditipu Sutradara Film “Pembantaian PKI”

by
October 1st, 2012 at 3:24 pm

Medan (CiriCara.com) – Film bergenre dokumenter “The Act of Killing” yang mengangkat sejarah pembantaian PKI di tahun 1965 mulai menuai protes. Salah satu aktornya, Anwar Congo mengaku telah tertipu oleh sang sutradara asal Australia, Joshua Oppenheimer.

“Saya merasa ditipu, satu contoh judulnya diubah. Judul awal film itu adalah Arsan dan Aminah,” ujar Anwar sembari menunjukkan poster film tersebut, seperti dikutip Tempo, Senin (1/10/2012) di Medan.

Dalam film The Act of Killing, Anwar Congo merupakan seorang algojo pembataian masa PKI. Salah satu adegannya adalah saat Anwar dan temannya yang juga jadi algojo melakukan pembantaian kepada orang China. Baca pengakuan Anwar Congo si algojo pembantaian PKI.

Selain Anwar, protes juga datang dari Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara Anuar Shah (Aweng). Menurutnya, film The Act of Killing itu tidak menceritakan sejarah dengan lengkap alias terpotong-potong. Sehingga terkesan berat sebelah.

Di mana dalam film tersebut hanya memperlihatkan pembantaian simpatisan PKI saja. Padahal dalam kekuasaannya, PKI juga telah melakukan pembantaian dan melakukan pemaksaan orang beda aliran. “Sejarah Pemuda Pancasila ini diambil sepotong-potong, tidak lengkap,” kata Aweng.

Aweng menegaskan dalam film The Act of Killing tidak menceritakan berapa banyak korban dari organisasi Pemuda Pancasila, masyarakat, dan alim ulama yang dibunuh oleh partai komunis waktu itu. Padahal pada masa kejayaannya, PKI sering melakukan pemaksaan.

Untuk “melawan” film The Act of Killing buatan Joshua itu, Aweng berencana untuk membuat film serupa. Aweng mengklaim film yang akan dibuatnya adalah berdasarkan cerita yang utuh dan tidak dipotong-potong. “Pemuda Pancasila atas izin pimpinan pusat, akan membuat film dengan jalan cerita yang sebenar-benarnya,” katanya.

Sementara itu, pelaku anti-PKI pada September 1965, Kamaluddin Lubis mengatakan akan melakukan upaya hukum terhadap film tersebut. “Kami akan tuntut dan saya sendiri yang akan menangani kasus ini,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

(YG)

Comment di sini