Bunuh Anggota PKI, Dapat Beras dan Uang Rp. 150 Ribu

by
October 2nd, 2012 at 9:13 am

Jakarta (CiriCara.com) – Peristiwa G30S menyisakan sejarah kelam yang berujung dengan pembantaian massal anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 lalu. Di Kabupaten Sikka, daerah Nusa Tenggara Timur, seorang mantan algojo PKI menceritakan hasil yang ia peroleh ketika membantai para anggota PKI.

Diberitakan oleh Tempo.co, Frans de Romes, algojo PKI kala itu bersama dengan 10 algojo lainnya diberi imbalan uang senilai Rp. 150 ribu dan beras sebanyak 5 karung berukuran 50 kg. Frans mendapat jatah beras sebanyak  25 kg.

“Kami dibayar dengan beras dan uang Rp 150 ribu, setelah empat bulan,” kata Frans pada hari Rabu 19 September 2012 kepada sumber yang sama.

Menurut Frans yang kini telah berusia 74 tahun itu, pembantaian anggota PKI dilakukan selama empat bulan sejak bulan Februari hingga Mei 1966. Di Kabupaten Sikka sendiri, Frans adalah salah satu dari 10 anggota penumpas PKI. Dia sendiri telah membunuh sekitar 39 orang terduka PKI termasuk dua anggota keluarganya. Sedangkan kesepuluh algojo tersebut telah mengeksekusi sebanyak 239 orang terduga PKI.

Selain menghabisi nyawa mereka, Frans juga diperintahkan oleh Komando Operasi (Komop) untuk menggali lubang dan menguburkan mayat mereka secara massal.

Hingga tahun ini, dari kesepuluh algojo anggota PKI tersebut hanya Frans yang masih hidup sementara teman-temannya yang lain telah wafat. Dia kini hidup sendirian di sebuah gubuk di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Pada masa 1965-1966 kala itu, situasi pemerintahan Indonesia sangat kompleks karena konflik PKI dan partai politik lain menimbulkan ketidakstabilan politik. PKI yang berkuasa menekan penduduk Indonesia yang tidak memiliki aliran politik sejalan, akibatnya ketika PKI mulai jatuh pada tahun 1966, pembunuhan massal anggota PKI terjadi hampir di seluruh pelosok negeri, termasuk yang telah dilakukan oleh Frans di daerahnya. (RN)

Comment di sini