CiriCara: Cara Membuat Kain Batik

by
October 2nd, 2012 at 10:26 am

CiriCara.com – Kain batik sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Batik juga sudah mendapatkan pengakuan warisan budaya dari UNESCO. Tapi, sebagai orang Indonesia apakah Anda sudah tahu cara membuat kain batik?

Untuk memperingati Hari Batik Nasional, sejumlah Polwan mengikuti acara membatik bersama. Beberapa ada juga yang memperingatinya dengan memakai batik saat beraktifitas. Tapi, akan lebih baik lagi jika Anda bisa menjaga dan meneruskan warisan nenek moyang ini.

Berikut cara membuat kain batik:

1. Ketel

Proses ketel adalah tahap awal dari pembuatan kain batik. Secara garis besar, proses ketel adalah perebusan kain dengan menggunakan bahan-bahan alami dan kurang-lebih memakan waktu 7 hari. Setelah kain di ketel, kain dibersihkan dan dikeringkan kemudian diberi motif dengan menggunakan pensil. (Motif adalah pola gambar yang akan dibuat)

2. Canting

Proses selanjutnya adalah penutupan motif dengan menggunakan malam atau lilin. Proses ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus bernama canting. Proses canting terkesan mudah namun butuh kesabaran dan ketelitian tinggi agar malam tidak mbleber di kain.

3. Celup

Setelah semua motif sudah tertutup oleh malam, sekarang saatnya pencelupan atau pewarnaan. Di mana proses pewarnaan batik merupakan proses “buka-tutup”. Ketika kita ingin mewarnai dasar kain, maka seluruh gambar motif harus ditutup dengan malam. Tapi, jika kita ingin mewarnai motif, maka seluruh dasar kain harus ditutup dengan malam.

Proses ini akan lebih rumit lagi saat memasuki pekerjaan detail seperti nyecek (membuat titik-titik kecil untuk mengisi motif) dan nyolet (memberikan warna langsung di atas kain dengan menggunakan kuas untuk memberi efek gradasi).

4. Nglorod

Proses ini adalah proses perebusan kain yang sudah melalui proses celup. Proses nglorod ini bertujuan untuk meluruhkan kain yang sudah dibubuhi malam. Setelah proses ini selesai, kain bisa dijemur dahulu kemudian baru bisa dibatik kembali.

5. Nembok

Proses nembok sendiri adalah proses penutupan malam pada dasar kain, kecuali motif. Semua dasar kain akan ditutup dengan malam menggunakan canting bermata besar (lubang besar). Setelah warna dasar ditembok, baru kemudian motif dihias, dengan menggunakan cecekan (titik-titik kecil dan halus) atau isen-isen (motif pengisi).

Setelah proses nembok selesai, barulah proses pewarnaan motif dimulai. Proses pewarnaan ini dilakukan secara berulang sampai semua kain tertutup oleh warna yang diinginkan.

Proses pembuatan kain batik ini memang terbilang rumit dan butuh kesabaran. Selain harus teliti, kita juga harus pandai dalam menciptakan motif sendiri. Bagaimana, tertarik untuk mencoba membantik sendiri?

(YG)

Comment di sini