Demo Buruh Bisa Berlanjut Hingga Senin Depan

by
October 3rd, 2012 at 12:04 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi mogok masal nasional yang dilakukan oleh buruh tidak hanya terjadi pada hari ini saja, Rabu, 3 Oktober 2012 melainkan bisa berlanjut hingga Senin, 8 Oktober 2012 mendatang.

Diberitakan oleh Tempo.co, para buruh mengancam untuk tetap melanjutkan aksi unjuk rasa hingga Senin depan jika tiga poin yang dituntut tidak dipenuhi oleh perusahaan dan pemerintah. Tiga poin tersebut adalah penghapusan sitem outsourcing, penolakan upah murah, penetapan komponen hidup layak dan pembayaran iuran jaminan kesehatan buruh oleh pengusaha.

“Buruh mengancam mogok nasional selama sepekan atas tiga poin tuntutan karena pemerintah tidak memberi kepastian dalam karier dan kenaikan gaji,” kata Wakil Ketua Komisi Ketenagakerjaan Dewan Perwakilan Rakyat, Nova Riyanti Yusuf kepada sumber yang sama, Rabu 3 Oktober 2012.

Sistem outsourcing sendiri mulai dikenalkan di Indonesia sejak tahun 2003 yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sistem ini sangat menjadi persoalan karena telah merugikan para buruh dengan tidak adanya kenaikan gaji.

Undang-undang ini telah diujikan ke Mahkamah Konstitusi berulang kali hingga Mahkamah memutuskan agar perusahaan tidak lagi diberi kesempatan mempekerjakan karyawan atau buruh yang bersifat menunjang.

Dari pihak Kemenakertrans, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigarsi, Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengeluarkan Peraturan Menteri soal batasan pekerjaan yang menggunakan sistem outsourcing.

“Saya harap peraturan menteri dapat secara tegas mengatur perusahaan atau agen penyedia pekerja outsourcing di luar lima jenis pekerjaan yang dibolehkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 (cleaning service, keamanan, transportasi, katering, dan pemborongan pertambangan) harus dibubarkan,” ujarnya kepada sumber yang sama.

Menurut Muhaimin lagi, upah murah dan penambahan komponen hidup layak sebenarnya sudah diatur dalam upah minimum regional di seluruh daerah di Indonesia setiap tahun.

“Jumlah komponen KHL (Komponen Hidup Layak) yang diatur dalam Peraturan Menteri juga sudah bertambah dari 46 jenis menjadi 60 buah jenis komponen, kurang 20 buah dari tuntutan buruh sebanyak 80 buah komponen. Itu patut diapresiasi,” ujarnya lagi. (RN)

Comment di sini