Pipa Pertamina Meledak, 3 Orang Tewas

by
October 3rd, 2012 at 1:44 pm

 

Ilustrasi


Bayunglencir (CiriCara.com)
– Pipa distribusi pertagas Km 219 Kecamatan Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin, meledak. Akibatnya, tiga orang dikabarkan tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Api masih terus berkobar.

Pipa minyak mentah tersebut dikabarkan meledak pada Rabu (3/10/2012) sekitar pukul 06.00. Belum diketahui penyebab terjadinya ledakan di pipa milik Pertamina ini. Dugaan sementara, kebakaran dan ledakan ini diakibatkan oleh aksi ilegal tapping (pencurian minyak).

Assisten Manager External Relation PT Pertamina Unit Pemasaran Sumatera Bagian Selatan, Robert MV membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan korban jiwa dan korban lainnya sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Informasi awal ada tiga korban tewas terbakar. Korban dibawa ke rumah sakit di Jambi,” kata Robert, seperti dikutip Tempo, Rabu (3/10/2012).

Robert menuturkan bahwa pipa minyak mentah yang meledak tersebut dioperasikan PT Elnusa. Meskipun ini menjadi tanggung jawab PT Elnusa selaku operator, PT Pertamina akan tetap melakukan penyelidikan. “Ini pipa minyak dalam pengawasan dan operasional PT Elnusa,” katanya.

Berdasarkan informasi terbaru, setidaknya ada 40 orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan pipa minyak tersebut. Tapi, Tribunnews memberitakan korban luka 19 orang. Kemungkinan jumlah korban masih akan bertambah, mengingat api masih berkobar besar di sekitar lokasi ledakan.

Aksi pencurian minyak ilegal disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya ledakan di pipa minyak Pertamina tersebut. Pasalnya, kasus pencurian ini sudah berlangsung cukup lama. Pihak Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) juga sudah memberi peringatan.

Berdasarkan laporan, PT Pertamina EP (Persero) telah mengalami kerugian sebesar 39 ribu barel minyak mentah pada Mei 2012, akibat pencurian. Bahkan, kerugian ini meningkat sampai 59 ribu barel dalam satu bulan, Juni 2012.

Kerugian tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Apalagi kasus penjarahan minyak mentah di jalur pipa Tempino-Plaju di Jambi dan Sumatera Selatan sudah semakin marak. Belum ada upaya pencegahan dari pihak terkait.

(YG)

Comment di sini