Proses Administrasi Bisa Tunda Pelantikan Jokowi-Ahok

by
October 4th, 2012 at 9:51 am

Jakarta (CiriCara.com) – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Jokowi-Ahok harus melewati proses panjang sebelum bisa dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur secara resmi.

Seperti diberitakan Tribunnews, Sumarno selaku ketua Kelompok Kerja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI mengungkapkan pelantikan mungkin ditunda karena surat dari KPU DKI ke MK yang berisi tentang pertanyaan apakah ada gugatan atau tidak dari Foke-Nara baru akan dikirim hari ini (Kamis, 4 Oktober 2012).

Sumarno menyebutkan, MK biasanya akan membalas surat tersebut pada hari itu juga. Setelah itu, surat akan disampaikan ke DPRD DKI Jakarta. Sesampainya di DPRD, dibuatlah surat penetapan gubernur terpilih untuk dikirim ke menteri dalam negeri.

Menteri dalam negeri bertugas membuat surat rekomendasi yang akan dikirimkan ke presiden. Kemudian presiden akan membuat surat keputusan pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang baru saja terpilih.

Sumarno mengakui sebenarnya pelantikan bisa dilakukan sesuai jadwal yakni pada 7 Oktober 2012 apabila DPRD DKI langsung merespon surat penetapan gubernur terpilih dari KPU DKI yang telah dikirim pada Senin (1/10) yang lalu.

Namun ternyata surat tersebut dikembalikan ke KPU DKI dan DPRD meminta surat dari MK yang berisi tentang keterangan bahwa tidak ada gugatan terhadap hasil Pilkada.

Sumarno mengatakan DPRD DKI sesungguhnya bisa menindaklanjuti surat tersebut tanpa meminta surat dari MK karena jika di tengah jalan ada gugatan maka proses pelantikan bisa dihentikan saat itu juga.

(hp)

Comment di sini