Arti Kata: Ciyus, Miapah, dan Enelan

by
October 8th, 2012 at 11:29 am

CiriCara.com – Entah mengapa akhir-akhir ini kita sering mendengar atau membaca kata-kata “ciyus? miapah? enelan?” khususnya di jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook. Bahasa pergaulan di Indonesia memang berkembang begitu pesat dan entah darimana asalnya. Beberapa waktu silam, remaja Indonesia menggunakan kata “alay” untuk ditujukkan kepada gaya anak muda yang berlebihan.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa “alay” itu merupakan orang-orang yang suka menulis status atau SMS dengan menggunakan huruf besar kecil, angka, sama simbol-simbol yang aneh. Intinya bahasa yang digunakan kaum “alay” itu super ribet. Misalnya, “Halo menjadi halLoech, sayang menjadi s4yAnK, banget menjadi BanGeTssZ,” dan lain sebagainya.

Kata “alay” belum hilang dari pembicaraan remaja Indonesia, namun mereka dihebohkan kembali dengan kata “ciyus? miapah? enelan?.” Ketiga kata-kata ini masih belum jelas darimana asalnya, namun ada yang mengatakan bahwa Fitri Tropika, komedian yang pertama kali memunculkan candaan bernada celotehan balita ini. Ketiga kata ini emang terdengar lebih imut dan lucu, tapi pasti bikin bingung lawan bicara yang tak mengerti mengenai tren bahasa ini.

Biar kamu gak semakin bingung, mari simak arti tiga kata slang berikut ini:

1. “Miapah?”

Kata “miapah?” merupakan singkatan dari kata “demi apa.” Kata ini biasa digunakan para remaja untuk mengungkapkan kekagetannya. Misalnya, “Kemarin gue abis nonton konsernya Maroon 5 terus gue banyak ambil fotonya Adam Levine loh” lalu pernyataan orang itu akan dijawab dengan bertanya balik, “Miapah? bukannya kemarin lo di rumah aja.” Kata “miapah?” berguna untuk meyakinkan seseorang. Selain itu, kata “miapah” juga mirip dengan kata “sumpah lo?” yang pernah booming sebelumnya dalam bahasa remajaa sehari-hari.

2. “Ciyus?”

Nah, kalau kata “miapah” jadi plesetan dari kata “demi apa”. Namun kata “ciyus?” merupakan plesetan dari kata “serius” juga banyak digunakan pengguna Twitter.  Kata “ciyus” digunakan untuk menekankan keseriusan. 

3. “Enelan?”

Kata “enelan?” yang merupakan plesetan dari kata “beneran?” mempunyai fungsi untuk meyakinkan lawan bicaranya. Misalnya, “Aku dah cantik dan wangi deh,” lalu respon seseorang yang membaca atau mendengar, “enelan?.”

Ketiga bahasa tersebut bisa dikatakan juga sebagai berceloteh dengan gaya balita belajar bicara. Ketiga bahasa ini juga tidak hanya meluas di jejaring sosial, tapi juga di dunia nyata. Komedian Sule juga pernah menambahkan celetukannya dalam salah satu acara komedi yang dilakoninya dengan menggunakan kata “ciyus? miapah? enelan?” dan penonton yang mendengarkannya pun ikut tertawa mendengar lawakannya itu.

Namun, sebagian orang yang mendengarnya itupun terkadang menjadi kesal sendiri, berikut salah satu tweet yang ditulis Raditya Dika yang mengungkapkan kekesalan karena tren bahasa seperti itu.

Selain kata “ciyus? miapah? enelan?,” masih banyak kata lain yang diucapkan dengan bergaya “cadel”, seperti “cungguh, pucing, cumpah,” dan lain sebagainya. Gimana? Apakah kamu setuju dengan tren bicara seperti ini? Apa iya dengan bicara seolah-olah “cadel” itu bisa bikin kamu tampak lebih imut dan lucu?

(NR)