Save KPK: 4 Keanehan Upaya Penangkapan Novel Baswedan

by
October 8th, 2012 at 4:36 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Jumat, 5 Oktober 2012 usai pemeriksaan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Irjen Djoko Susilo, sejumlah anggota kepolisian mengepung Gedung KPK untuk menangkap Novel Baswedan. Usaha penangkapan ini dinilai gagal karena ada beberapa kejanggalan dalam peristiwa penangkapan tersebut.

Johan Budi, selaku juru bicara KPK mengatakan bahwa KPK telah membentuk tim untuk menelusuri tuduhan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh Kompol Novel Baswedan yang dilakukan pada 2004 silam.

Tim inilah yang melakukan investigasi dan menemukan kejanggalan di tengah upaya penangkapan terhadap ketua tim penyidik KPK untuk kasus di Korlantas Mabes Polri.

Keanehan untuk penanganan kasus ini antara lain surat Laporan Polisi (LP) yang baru dibuat pada tanggal 1 Oktober 2012 sedangkan dugaan pembunuhan terjadi pada delapan tahun silam pada tahun 2004.

Hal itu diketahui melalui penelusuran yang dilakukan tim investigasi KPK. Surat laporan tersebut bernomor 1285/11/2012/SPKT. Surat laporan ini yang menjadi dasar Polri melakukan penyelidikan dan menetapkan Novel sebagai tersangka.

Keanehan kedua adalah belum adanya uji balistik terhadap senjata api dan peluru yang menewaskan seorang pencuri sarang burung walet pada 2004.

Keanehan ketiga, polisi belum menggelar pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah saksi atas kejadian tersebut.

“Tiba-tiba saja Novel ditetapkan sebagai tersangka dan dia dijemput sejumlah petugas Polri (dari Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya),” kata Johan dikutip dari Republika.co.id

Keanehan keempat adalah tidak adanya izin dari pengadilan pada surat penangkapan atas Novel Baswedan. Saat itu, petugas yang memasuki Gedung KPK tidak memiliki surat penangkapan yang mencantumkan izin pengadilan.

“Perlu juga disampaikan di sini bahwa upaya penangkapan atas Novel dilakukan ketika belum ada satupun surat panggilan yang dikirim ke dia sebagai tersangka untuk kasus yang terjadi delapan tahun lalu,” ungkap Johan, dikutip dari sumber yang sama. (RN)

Comment di sini