Save KPK: Ada 22 Pengacara Siap Bela Novel

by
October 8th, 2012 at 11:57 am

Jakarta (CiriCara.com) – Surat penangkapan yang dilayangkan untuk Kompol Novel Baswedan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan pada 2004 silam menimbulkan reaksi keras dari KPK.

Pasalnya Novel Baswedan adalah salah satu tim penyidik terbaik KPK serta inisiator atas banyak kasus besar terutama kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas Mabes Polri dengan tersangka Irjen Djoko Susilo.

Dalam KPK, posisi Novel merupakan organ terpenting tim penyidik institusi tindak kejahatan korupsi itu.

“Posisi Novel ini sangat penting di KPK, Novel ini bukan saja penyidik tapi juga simbol di KPK,” kata Johan Budi, juru bicara KPK, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Minggu 7 Oktober 2012 malam kepada Inilah.com.

Menurut Johan, kasus Novel Baswedan yang muncul setelah 8 tahun berlalu dianggap terlalu mengada-ada. Hal ini juga dianggap akan mengganggu proses penyelidikan korupsi di institusi Polri karena Novel adalah ketua tim penyidik kasus Korlantas.

Selain memiliki peran penting dalam kasus korupsi Simulator SIM, Novel juga telah turut serta dalam menangani beberapa kasus korupsi besar di KPK termasuk kasus M Nazaruddin dan Nunun Nurbaeti.

Karenanya, KPK akan memberi bantuan hukum kepada Novel terkait kasus dugaan penembakan dan penganiayaan berat lewat pembentukan tim yang terdiri dari 22 pengacara handal.

Koordinator KontraS, Haris Azhar, juga membenarkan rencana ini.

“Teman-teman lawyer ini kira-kira jumlahnya sampai 22 orang lebih. Dari tadi malam sampai hari ini kita coba bentuk tim lawyer, tim pegacara untuk teman-teman di KPK terutama yang menghadapi situasi apa yang namanya kriminalisasi,” ujarnya di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Sabtu 6 Oktober 2012 kepada Detik.com.

Haris mengatakan jumlah pengacara kemungkinan bisa bertambah karena belum meliputi bantuan pengacara dari daerah. Tindakan mereka tersebut ditujukan untuk merespon upaya-upaya kriminalisasi yang ditujukan kepada Novel dan penyidik KPK lainnya.

“Yang akan dikerjakan teman-teman lawyer adalah membangun memperkuat argumentasi dan memberikan bukti-bukti bahwa tuduhan-tuduhan dari Mabes Polri itu tidak tepat. Kasus yg dituduhkan ke Novel dalam catatan kami sebetulnya itu tidak berimbang dibandingkan dengan kasus-kasus lain, misalnya kita mempunyai banyak kasus rekayasa penyiksaan dan lain-lain, tidak pernah diselesaikan oleh Mabes Polri,” katanya lagi. (RN)

Comment di sini