Save KPK: Lamban Bertindak, SBY Diserang di Media Sosial

by
October 8th, 2012 at 11:00 am

Jakarta (CiriCara.com) – Permasalahan yang terjadi di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin berkembang ke arah negatif bahkan terkesan dimanipulasi secara politik.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi. Sudi juga menuturkan jika seolah-olah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan persoalan ini terjadi dan terkesan diam saja hingga banyak serangan yang mengarah kepadanya terutama dari media sosial.

Kompas.com memberitakan jika Sudi membantah tudingan kepada Presiden yang dilancarkan lewat media sosial tersebut. Menurutnya, Presiden tidak pernah lupa untuk memberikan perhatian kepada persoalan antara Polri dan KPK.

“Paling tidak, sejak awal, Presiden sudah memberikan arahan kepada Kepala Polri, Jenderal Timur Pradopo, agar keadaan tidak semakin berkembang,” tegasnya dikutip dari sumber yang sama.

Bahkan Presiden juga akan segera mengambil alih penyelesaian konflik itu namun belum dijelaskan cara pengambil alihan masalah yang akan dilakukan SBY. Sudi mengemukakan hal ini dalam keterangan pers yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Minggu, 7 Oktober 2012.

“Presiden mendengar komentar masyarakat untuk mengambil alih. Namun, sebelum Presiden mengambil alih, terlebih dahulu dikedepankan upaya yang dilakukan Polri dan KPK sesuai UU yang berlaku atau MoU (nota kesepahaman) yang disepakati bersama. Namun, berhubung perkembangan situasi sudah semakin tidak baik, banyak yang memanipulasi, Presiden akan segera mengambil alih dan menyampaikan penjelasan kepada rakyat, Senin 8 Oktober 2012 atau paling lambat Selasa 9 Oktober 2012,” jelas Sudi dalam konferensi pers tersebut.

Perseteruan antara KPK dan Polri memuncak saat Polri berusaha menangkap Kompol Novel Baswedan atas tuduah penganiayaan enam pencuri walet hingga meninggal pada 2004. Saat itu, Novel masih menjabat sebagai kepala satuan reserse kriminal pada polres di Polda Bengkulu.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bengkulu, Komisaris Besar Dedy Irianto, menuding Novel menembak tersangka yang terlibat kasus pencurian.

Pemimpin KPK, Abraham Samad menduga tuduhan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap penyidiknya karena Novel menjadi inisiator kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan tersangka utama Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Lewat salah satu media sosial seperti Twitter, beberapa pengguna menyerang tindakan SBY yang lamban menangani konflik KPK-Polri melalui kicauan-nya sebagai berikut:

Twitter/@motulz

Twitter/@dewimaharsita

Twitter/@Fajardputranto

(RN)

Comment di sini