Save KPK: Penyidik KPK Kena Teror Beruntun

by
October 8th, 2012 at 3:33 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Keputusan yang diambil oleh Novel Baswedan untuk bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berjalan lancar karena teror terus berdatangan dalam hidupnya.

Teror ini tidak hanya mengintai dirinya namun juga keluarganya. Seperti yang diberitakan oleh Tempo.co, mereka yang merasa terusik dengan tingkah laku Novel Baswedan lantas meneror rumah serta keluarga Novel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tidak hanya itu saja, teror juga dikait-kaitkan dengan kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi delapan tahun lalu ketika Novel masih bertugas di daerah Bengkulu.

Selain Novel, teror juga menimpa seorang penyidik perkara suap Bupati Buol, Amran Batalipu.

Dalam operasi meringkus Amran tersebut, penyidik berbekal surat resmi KPK untuk meminjam peralatan dari Brimob setempat namun kini, peristiwa itu dipersoalkan karena polisi menganggap proses peminjaman alat tersebut ilegal.

Di sisi lain, ada beberapa orang penyidik yang rumahnya didatangi berulang kali oleh orang tak dikenal hingga merusak bagian rumah mereka. Properti mereka pun dirusak seperti pagar rumah yang diterabas, gembok yang dijebol dan lainnya.

Peristiwa peneroran tersebut terjadi setelah kasus simulator diusut oleh KPK. Nama Novel Baswedan kemudian dijelek-jelekkan dengan serangkaian peristiwa kecil saat ia menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian.

Teror semakin menjadi ketika KPK melayangkan surat pemberitahuan pengangkatan 28 penyidik, Rabu, 3 Oktober 2012. Malam itu juga, beberapa rumah penyidik didatangi oleh seorang pria tak dikenal. Sementara penyidik yang lain dibuntuti dari gedung KPK hingga ke rumahnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Mabes Polri membantah jika ada operasi peneroran terhadap penyidik termasuk mencari kesalahan-kesalahan mereka.

“Buat apa? Tidak pernah ada usaha seperti itu,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto kepada sumber yang sama.

Taufik Baswedan juga membenarkan peristiwa peneroran yang dialami adik kandungnya.

“Ada yang memfoto-foto rumahnya. Teror-teror yang lain juga banyak,” kata Taufik.

Samarinda Pos memberitakan jika kasus yang menimpa Novel diyakini merupakan titipan Mabes Polri karena Taufik sangat yakin adiknya tidak bersalah. Taufik bercerita, dua hari sebelum adiknya ditangkap, Novel sudah dihubungi beberapa kolega aparat kepolisian di Bengkulu. “Mereka menangis-nangis, meminta maaf, karena ditekan-tekan Mabes Polri,” katanya. (RN)

Comment di sini